Menkes Duga Kuat Kematian Keluarga Iwan Akibat Flu Burung

Menkes Duga Kuat Kematian Keluarga Iwan Akibat Flu Burung

- detikNews
Jumat, 15 Jul 2005 12:50 WIB
Jakarta - Waspada! Kabar flu burung telah menjangkiti warga Indonesia tampaknya bukan main-main. Departemen Kesehatan (Depkes) menduga kuat penyebab kematian keluarga Iwan Siswara, auditor senior BPK, adalah flu burung. "Kita duga kemungkinan SARS dan flu burung. SARS sudah bisa disingkirkan. Itu bukan SARS. Kita suspect itu flu burung, paling dekat itu flu burung," kata Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari.Hal ini disampaikan Menkes dalam jumpa pers di ruang dr Mahar Marjono, lantai 3 Gedung Depkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (15/7/2005). Jumpa pers digelar pukul 11.00 WIB dan selesai pukul 12.00 WIB. Dalam jumpa pers itu, Menkes didampingi Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan dokter I Nyoman Kandun. Depkes hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Hong Kong untuk kepastian penyebab kematian Iwan dan dua anaknya. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan Depkes belum meyakinkan. "Spesimen ayah dan anak belum menunjukkan hasil konsisten sehingga kita kirim ke laboratorium rujukan WHO di Hong Kong. Dalam waktu satu minggu dari sekarang kita akan mendapatkan hasil definitif," kata Menkes. Meskipun dicurigai flu burung, Menkes mengaku belum menemukan cara penularannya. Pasalnya, dari data yang didapat, penderita tidak melakukan kontak dengan unggas. Selama hasil laboratorium belum positif, Depkes tetap waspada kemungkinan ada virus lain. "Mungkin saja ini juga virus baru. Jadi kita harus menunggu hasil lab," kata Menkes. Seperti diberitakan, Iwan Siswara meninggal dunia pada Selasa sore, 12 Juli. Anak ketiganya, Thalita Nurul Azizah meninggal lebih dulu pada Sabtu, 9 Juli. Terakhir, anak kedua Iwan, Sabrina Nurul Aisyah tutup usia pada Kamis dini hari, 14 Juli. Mereka mengidap gejala sakit serupa yaitu panas tinggi tidak turun-turun, batuk, dan sesak nafas. Sebelum jumpa pers hari ini, Depkes dan RS Siloam Gleneagles berkeyakinan mereka sakit pneumonia berat berkelompok. (iy/)


Berita Terkait