DetikNews
Rabu 23 Mei 2018, 15:28 WIB

Jokowi Ingin Warga Tak Gunakan KIS, Ini Alasannya

Ray Jordan - detikNews
Jokowi Ingin Warga Tak Gunakan KIS, Ini Alasannya Presiden Jokowi (Foto: Kris/Biro Pers Setpres)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan bahwa dirinya merupakan salah satu pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun dia berharap, pengguna KIS tak pernah menggunakan 'Kartu Sakti' tersebut.

Jokowi mengatakan, meski dia memegang KIS, namun kartu tersebut tak pernah dia gunakan. Sebab dirinya selalu hidup sehat dan sehingga jarang sakit.

"Nih kartu saya, tapi alhamdulillah saya nggak pernah sakit, jadi nggak pernah saya gunakan," kata Jokowi dalam acara SIlaturahmi Presiden dengan Pengguna Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan KIS di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5/2018).



Jokowi juga berharap, KIS yang dipegang oleh warga tidak digunakan. Sebab, jika banyak yang menggunakan artinya banyak warga yang sakit.

"Dan kita berharap kartu ini tidak digunakan. Artinya masyarakat sehat semuanya. Jangan senang gunakan ini. Sayapun punya kartu nggak mau gunakan ini. Jangan digunakan," katanya.

Jokowi mengatakan, hingga kini pemerintah sudah menyalurkan 92,2 juta KIS ke seluruh Indonesia. Biaya yang ditanggung pemerintah juga beragam, bahkan ada yang menyentuh angka Rp 1,98 miliar.

"Jadi yang sudah kita serahkan KIS sebanyak 92,2 juta, di seluruh tanah air sudah pegang. Kalau untuk semua (BPJS Kesehatan) total 197,6 yang non (bayar mandiri). Kalau ini (KIS) kan dibayar pemerintah," kata Jokowi.



Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mendengarkan curahan hati salah satu pengguna manfaat JKN-KIS bernama Nurliah. Dia harus berulang kali masuk rumah sakit untuk mengobat sakit tumor ganas yang dia derita.

"Bayangakn berapa kali ke RS seperti Bu Nurliah. Kalau bayar, berapa yang harus kita bayar? Inilah yang jadi tugas BPJS memberikan JKN kepada rakyat dan kta harpakan ini bisa terus berjalan sampai terus masyarakat kita smeuanya sehat nggak ada yang sakit. Jadi rumah sakit kosong. Kita harapkan rumah sakit kosong. Masa senang sih rumah sakit penuh? Saya juga sedih kalau dengar ibu tadi. Tapi kita hanya ingin menunjukkan bahwa KIS itu bisa diperlukan oleh rakyat yang sakit. Sangat-sangat diperlukan sekali," jelas Jokowi.
(jor/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed