Sejak tahun 2011 lalu, biasanya Masjid Raya yang berada di Senapelan, Pekanbaru ini mengundang imam salat tarawih dari Timur Tengah. Dulunya ada dari Madianah, dari Palestina.
Masjid Raya peninggalan masa Kesultanan Siak itu, untuk Ramadan tahun ini tak lagi mendatangkan imam 'impor'. Pihak pengurus masjid memberdayakan imam Masjid Raya sendiri. Imamnya adalah, Nisfu Rinaldi Sitorus Pane pria kelahiran 24 Februari 1986 di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara.
Nisfu Sitorus adalah qori juara MTQ Nasional penghapal Alquran. Dia mulai ikut lomba hapalan Alquran dari 5 juz, 10 juz, 20 juz hingga 30 juz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau tak lagi mendatangkan imam dari luar, namun kata Rinaldi, untuk bacaan salat tarawih satu malam tetap satu juz Alquran.
"Di masjid kita ini, salat tarawihnya satu malam bacaan suratnya satu juz. Salat tarawihnya 23 rakaat bersama witir. Tata tertib salat tarawihnya dengan dua rakaat satu salam," kata Rinaldi.
Jemaah ini Masjid Sejarah ini untuk salat tarawih tetap ramai. Jemaah tetap meramaikan masjid ini walau satu malam bacaan salat tarawihnya satu juz.
"Walau tak lagi imam dari Timur Tengah, tetap saja jemaah ramai bersalat tarawih di tempat kita," kata Rinaldi. (cha/asp)











































