DetikNews
Rabu 23 Mei 2018, 09:01 WIB

Di Mana Kokpit Baru 9 Pilot Lawan Lion Air?

Audrey Santoso - detikNews
Di Mana Kokpit Baru 9 Pilot Lawan Lion Air? Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian
Jakarta - 9 pilot Lion Air Group menjadi tersangka di Bareskrim Polri karena melakukan modus pemalsuan kejahatan dokumen. Dokumen tersebut dipalsukan untuk melamar ke maskapai lain. Di mana kopit baru 9 pilot yang melawan Lion Air Group tersebut?

"Ada (yang melamar ke, red) Citilink 8 orang, ada juga Nam Air satu itu," kata Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Daddy Hartadi, saat dihubungi wartawan, Selasa (22/5/2018).

Tapi Daddy tidak menjelaskan apakah maskapai Citilink dan Nam Air sudah menerima lamaran mereka atau tidak.

Adapun dokumen yang dipalsukan meliputi kop surat, tanda tangan dan stempel perusahaan. Sehingga hasil akhirnya berwujud dokumen personalia yaitu surat keterangan telah selesai bekerja di Lion Air Group dan sebagai referensi perusahaan berikutnya untuk menerima pilot tersebut.

"Semua tersangka sudah dilakukan penahanan. Kasusnya pemalsuan Dokumen, (diatur dalam) Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP," jelas Daddy.

Daddy juga menjelaskan saat ini posisi 9 berkas perkara, sebagian ada yang sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung. Sementara sebagian lagi dalam proses dilengkapi oleh penyidik.

"Sebagian sudah di kejaksaan, sebagian masih dilengkapi," kata Daddy.

Daddy mengatakan kesembilan pilot ini sebelumnya bekerja di Wings Air, salah satu maskapai Lion Group. Mereka lantas mau berhenti bekerja di Wings Air, namun belum selesai dengan urusan administrasi.

"Intinya, dia mau keluar dari Wings. Itu pilot Wings semua, bukan Lion. Mereka itu mengajukan permohonan resign, tapi ada beberapa persyaratan harus dipenuhi, misalnya kontrak kerja. Berarti harus ada ganti rugi, terus ada administrasi yang harus diselesaikan. Mungkin mereka cari cepat sehingga memalsukan," terang Daddy.

Kesembilan pilot itu berinisial BP (30), GA (30), APP (24), EEI (26), IT (47), ANR (32), AFD (31), FSF (31), dan OMS (35). Sedangkan seorang karyawan kontrak di Lion Air yang turut dilaporkan berinisial T (31).

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menyebut eks pilot mereka ini tidak menyelesaikan kewajiban-kewajiban kepada Lion Air Group. Padahal sudah ada aturan tertulis dalam perjanjian kerja.

"Hal yang paling ditekankan, adalah kewajiban dari biaya training. Lion Air Group menegaskan, bahwa setiap awak pesawat apabila mengundurkan diri sebelum ikatan dinas selesai, wajib menyelesaikan ketentuan/kewajiban yang telah disepakati, salah satunya biaya pelatihan (training). Jika kewajiban itu tidak diselesaikan, maka dapat merugikan perusahaan," sambung Danang.


Tonton juga video Pesawat Lion Air Mendarat Darurat di Palembang

(aud/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed