DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 22:26 WIB

ICMI Minta Kemenag Buat Database Dakwah, Bukan Daftar Mubalig

Yulida Medistiara - detikNews
ICMI Minta Kemenag Buat Database Dakwah, Bukan Daftar Mubalig Ketum ICMI Jimly Asshiddiqie (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Terkait polemik daftar 200 mubalig/penceramah yang dirilis Kemenag, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) meminta Kemenag membuat database dakwah. Apa alasannya?

"Yang harus dicatat adalah bahwa database dakwah, data dasar untuk dakwah, itu penting data jemaah, data mubalig, data ulama, itu ada pendataan. Tapi bukan pencatatan, melainkan pendataan," ujar Ketum ICMI Jimly Asshiddiqie di kediaman BJ Habibie, Jl Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Selasa (22/5/2018).

Oleh sebab itu, ICMI menyarankan Kemenag membuat database dakwah supaya dijadikan referensi mubalig dalam menyusun ceramahnya.


"Jadi Kemenag saya anjurkan membuat database keagamaan yang lengkap, utuh. Termasuk membimbing semua rumah ibadah punya database. Makanya banyak di masjid itu kalau khotbah pada ngantuk semua karena materi tidak sesuai," kata Jimly.

Jimly tak sepakat apabila Kemenag membuat daftar rekomendasi mubalig. Sebab, tiap hari jumlah mubalig terus bertambah.

"Jadi nggak ada gunanya kalau 200 ditambahin 400, ini konsepnya sudah dimarahin banyak orang, sudah disalahpahami. Mubalig di Indonesia tiap hari ada seribu muncul, bertambah mubalig baru," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkap alasan dikeluarkannya daftar 200 mubalig yang direkomendasikan Kemenag. Lukman menyebut dirilisnya daftar 200 mubalig atas permintaan dua pihak.

"Pertama, mereka yang ada kita pilah menjadi dua, ada perorangan dan atas nama kelembagaan. Perorangan tentu saya tidak hafal, cukup banyak," kata Lukman di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).
(yld/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed