"Kami punya daftar eks napi (narapidana) teroris," kata Ganjar dalam acara d'Candidate di detikcom yang akan tayang, Rabu (23/5/2018).
Selama ini, ia melanjutkan, pihaknya telah bekerja dengan pihak Kodam, Polda, Kejaksaan Tinggi, para ulama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama melakukan pembinaan. Fokusnya antara lain diarahkan pada kepentingan kehidupan mereka sebagai manusia, keluarga, maupun warga masyarakat.
"Kami perhatikan sandang, pangan, maupun bekal pendidikan untuk menggapai cita-cita anak-anak mereka," ujarnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lingkungan pendidikan formal mulai sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Sebab, kata Ganjar, ada survei yang mengungkapkan bahwa bibit radikalisme bermunculan dan menyebar justru di dunia pendidikan.
Bagaimana dia menyiasati fenomena tersebut? Pembaca detikcom dapat menyimaknya dalam d'Candidate yang akan tayang mulai pukul 13.00 WIB, Rabu (23/5).
Selain berbicara soal terorisme, lelaki berambut keperakan itu membeberkan sejumlah capaian maupun pekerjaan rumah yang masih harus dia genjot perbaikannya andai terpilih kembali untuk memimpin Jawa Tengah. Secara runut Ganjar juga membeberkan langkah-langkahnya menangani konflik warga di Rembang terkait pembangunan pabrik semen.
"Saya upayakan langkah yang win-win solution," ujar Ganjar.
Seperti apa langkah tersebut? Yuk, kita simak selengkapnya di d'Candidate.
[Gambas:Video 20detik] (ayo/jat)











































