DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 18:42 WIB

Ini Motif 9 Pilot Eks Lion Air Group Palsukan Dokumen

Denita Br Matondang - detikNews
Ini Motif 9 Pilot Eks Lion Air Group Palsukan Dokumen Ilustrasi (Dikhy Sasra/detikFoto)
Jakarta - Bareskrim Polri menetapkan sembilan pilot eks Lion Air Group dan seorang karyawan kontrak di Lion Air sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen. Seluruhnya telah ditahan.

Para pilot tersebut berinisial BP (30), GA (30), APP (24), EEI (26), IT (47), ANR (32), AFD (31), FSF (31), dan OMS (35). Sedangkan seorang karyawan kontrak di Lion Air yang turut dilaporkan berinisial T (31).

Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Daddy Hartadi menjelaskan, dalam kasus ini awalnya BP, GA, APP, EEI, IT, AFD, FSF, dan OMS meminta tolong kepada ANR untuk dibuatkan surat palsu. ANR pun menyiapkan logo dan sejumlah contoh surat lain. Kemudian logo dan contoh surat itu diserahkan kepada T untuk dicetak.

"(Delapan pilot) minta tolong ke ANR, ANR bersama karyawan itu kerja sama, yang siapin logo, contoh surat ya si ARN ini," ucap Daddy.


Daddy mengatakan T bersedia membuat dokumen palsu itu karena mendapatkan bayaran. Namun dia tidak menyebut berapa nilai nominalnya.

Menurut Daddy, para pilot ini bekerja di maskapai Wings Air, anak perusahaan Lion Air Group. Mereka diduga memalsukan sejumlah dokumen untuk bekerja di maskapai penerbangan lain.

"Intinya, dia mau keluar dari Wings. Itu pilot Wings semua, bukan Lion. Mereka itu mengajukan permohonan resign, tapi ada beberapa persyaratan harus dipenuhi, misalnya kontrak kerja. Berarti harus ada ganti rugi, terus ada administrasi yang harus diselesaikan. Mungkin mereka cari cepat sehingga memalsukan," ucapnya.

Daddy mengatakan, selepas keluar dari Lion Air Group, para pilot ini melamar ke sejumlah maskapai.


"Ada Citilink 8 orang, ada juga Nam Air satu itu," katanya.

Ditambahkan Daddy, kasus ini masih terus dikembangkan. Seluruh tersangka telah ditahan dan dijerat Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen.

"Sebagian sudah di kejaksaan, sebagian masih dilengkapi," katanya.



Tonton juga video mengenai 'Suasana Kepanikan Pasca Pesawat Lion Air Tergelincir':



(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed