DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 16:48 WIB

Aksi Teror di Surabaya Indikasi Melemahnya Kelompok Ekstremis

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Aksi Teror di Surabaya Indikasi Melemahnya Kelompok Ekstremis Foto: Sidney Jones (Ketiga dari kiri) di diskusi terorisme di Hotel Ashley, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. (Bil Wahid-detikcom)
Jakarta - Peneliti terorisme internasional Sidney Jones menilai aksi teror yang marak terjadi merupakan indikasi melemahnya kelompok ekstremis di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya pengaruh kelompok tersebut.

"Yang terjadi di Surabaya menurut saya bukan sebagai indikasi kekuatan ekstremis tapi justru indikasi melemah. Kalau kita lihat pelaksanaan di daerah lain justru pada saat suatu kelompok mulai menurun pangaruhnya, mereka cari taktik yang spektakuler untuk muncul di depan umum," kata Jones dalam diskusi di Hotel Ashley, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).


Sidney menyebut alasan lain yang membuat jaringan teroris melemah yakni menurunnya rekrutmen. Selain itu, persaingan antarkelompok juga memicu aksi teror di daerah lain.

"Saya kira yang menarik adalah kelompok yang ikut serang Mapolda Riau. Mereka bukan JAD, mereka ikut setelah melihat di Surabaya, karena ada semacam persaingan jika satu kelompok melakukan aksi, kelompok lain ingin aksi lebih besar," ungkapnya.

Menurutnya, kelompok teroris di Indonesia sebagian besar punya kontak dengan jaringan di Suriah. Dia mencontohkan pelaku bom bunuh diri di Surabaya berkaitan dengan ISIS.

"Yang cukup menarik hampir semua kelompok ini punya kontak di Suriah, kalau kita lihat yang di Surabaya, yang jadi guru keluarga bom bunuh diri, punya keluarga di Suriah dan sangat dekat dengan salah satu jurnalis, namanya Ustad Gana, masih hidup dan mungin masih berkomunikasi dengan ISIS," lanjutnya.


Dia juga mengingatkan, yang harus diwaspadai untuk mencegah aksi teror bukanlah warga Indonesia yang pulang dari Suriah. Sebab anggota jaringan yang belum pernah ke timur tengah justru lebih bahaya.

"Lebih bahaya adalah orang lokal yang tidak pernah injak kaki di Suriah dan menganggap bahwa daulah Islamaiyah adalah yang terpenting. Kalau orang yang sudah bergabung dengan ISIS mereka sudah melihat kesulitan, susah melihat kemiskinan atau korupsi. Tetapi yang tidak pernah ikut, merekalah yang punya semangat paling kuat," pungkasnya.
(abw/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed