DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 07:59 WIB

Kontroversi Mubalig Kemenag, Ide Said Aqil, hingga Tanggapan FPI

Gibran Maulana Ibrahim, Mei Amelia Rahmat, Matius Alfons - detikNews
Kontroversi Mubalig Kemenag, Ide Said Aqil, hingga Tanggapan FPI Foto: Dok. Kemenag
Jakarta - Kementerian Agama merilis 200 nama mubaliq atau penceramah agama Islam yang direkomendasikan. Ketua Umum PBNU, Kiai Haji Said Aqil Siroj menanggapi dengan ide yang memantik tanggapan dari FPI.

200 Nama penceramah yang direkomendasikan Kemenag itu dirilis Kemenag pada Jumat (18/5) kemarin. Berbagai reaksi muncul, salah satunya dari Said Aqil yang tak sependapat dengan langkah Kemenag.

"Terus terang saja saya kurang sependapat soal itu,, dengan membatasi 200 itu sesungguhnya masih ada ratusan pedakwah lagi yang ceramahnya bagus-bagus, malah sebenarnya yang radikal itu sedikit," kata Said di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (20/5/2018).

Saksikan juga kritik Said Aqil soal 200 penceramah lewat video berikut:




Said menilai yang seharusnya diumumkan adalah nama-nama penceramah yang tidak baik karena jumlahnya lebih sedikit, bukan sebaliknya karena penceramah yang baik jumlahnya banyak. Kemudian dia mencontohkan nama penceramah yang dinilainya tidak baik. Dia menyebut nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.

"Yang tidak baik lah yang harus dikeluarkan, misalnya Habib Rizieq, misalkan. Saya tidak sependapat intinya (soal 200 nama), harusnya adalah dikeluarkan warning jangan undang jika yang tidak baik berceramah, berdakwah seperti misal Habib Rizeiq. Jangan mengorbankan ribuan penceramah yang bagus-bagus," kata Said.

Dia merasa PBNU tidak dilibatkan oleh Kemenag sebelum terbitnya rekomendasi 200 nama penceramah agama Islam itu. Meski begitu, Said menilai tujuan yang mendasari kebijakan itu adalah baik.



Kemenag menanggapi ide Said Aqil untuk menerbitkan nama-nama penceramah yang tidak baik saja, bukan nama-nama penceramah yang baik. Pihak Kemenag tak sepakat dengan usulan Said.

"Kenapa kami tidak merilis nama-nama yang tidak boleh atau yang dianggap tidaklah, itu tidak mungkin kita lakukan karena dengan begitu judgement namanya, kita menghakimi," kata Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag, Mastuki, saat dihubungi detikcom, Senin (21/5/2018).

Mnyusul kemudian, FPI menanggapi komentar Said Aqil yang menilai Rizieq Shihab sebagai penceramah yang tidak baik. FPI menyayangkan komentar Said.

"Ya kami sangat menyayangkan kalimat beliau yang cenderung memprovokasi dan memecah-belah umat," ujar Jubir FPI Slamet Maarif di Kompleks Parlemen, Seayan, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Menurut Slamet, umat sudah cerdas dan bisa menentukan mana penceramah yang patut diikuti dan mana yang tidak. Slamet menyarankan agar Said berkaca diri sebelum mengkritik Imam Besar FPI. Apalagi Rizieq juga punya umat jutaan, kata Slamet.



"Kalau beliau (Rizieq) kurang bagus, umatya kok bisa jutaan orang? Jadi mohon introspeksi diri lah. Pak Said introspeksi diri," sebut Slamet.

Sebelumnya, FPI juga menanggapi daftar 200 mubalig rilisan Kemenag itu. Menurutnya, itu tak akan berpengaruh kepada jemaah Rizieq, dan Rizieq juga tak mempermasalahkan hal itu.

"Itu kan versi Kementerian Agama. Saya kira nggak ada pengaruhnya, bagaimanapun nanti yang akan menilai umatnya yang lebih dominan," kata salah satu tim kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, kepada detikcom, Minggu (20/5/2018).
(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed