DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 05:08 WIB

Jazirah Islam 2018

Cantik dan Unik, Baju Tradisional Azerbaijan

Nadila Fitria - detikNews
Cantik dan Unik, Baju Tradisional Azerbaijan Pakaian tradisional Azerbaijan. Foto: Hanggoro Mukti/Jazirah Islam TRANS 7
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Baku - Baku, ibukota sekaligus kota terbesar di negara Azerbaijan ini, memang pusatnya pemerintahan, bisnis, pendidikan hingga tempat berkembangnya fashion. Bisa dibilang, negara dengan 97% populasinya memeluk Islam ini, masih mencari jati diri.

Meski mayoritas penduduknya muslim, identitas keislaman mereka jarang terlihat. Padahal, saat dikuasai Ottoman Turki, Azerbaijan punya kerudung khas bernama calagayi.

Calagayi punya motif khusus, seperti motif putik bunga, tangan fatimah, dan bunga bulbul Azerbaijan. Calagayi yang terbuat dari bahan sutra, kini hanya aksesoris pakaian bagi wanita Azerbaijan. Dulu, Calagayi digunakan sebagai penutup aurat di zaman Ottoman.

Menariknya, cara membuat scarf cantik ini juga menggunakan cap kayu, mirip dengan cap batik di Indonesia. Scarf ini juga bisa jadi oleh-oleh dari Azerbaijan.



Di kota Semenanjung Abseron ini, tim Jazirah Islam juga bertemu dengan hijaber stylish, Gulum Muradli. Muslimah berusia 23 tahun ini mengaku jatuh cinta pada modest fashion.

Untuk diketahui, modest fashion merupakan tren busana sopan dan tertutup. Busana modest wear tidak terbatas untuk muslimah, tetapi semua agama, kepercayaan dan berbagai latar belakang, telah menganut pakem busana modest sejak berabad-abad lamanya.

Cantik dan Unik, Baju Tradisional Azerbaijan Scarf khas Azerbaijan, calagayi. Foto: Hanggoro Mukti/Jazirah Islam TRANS 7


"Modest fashion menurut saya adalah hijab yang tidak memberi batasan pada saya. Kadang-kadang wanita yang menggunakan hijab dibatasi dalam melakukan sesuatu. Kalian tidak bisa lakukan itu. Padahal hijab tidak membatasi sesuatu," kata Gulum.

Cantik dan Unik, Baju Tradisional Azerbaijan Menemani Gulum sesi foto. Foto: Hanggoro Mukti/Jazirah Islam TRANS 7


Dalam perjalanan di Baku, tim Jazirah Islam pun berkesempatan mengikuti sesi foto hijaber tersebut. OOTD atau outfit of the day biasanya jadi agenda Gulum saat berfoto di daerah jalan Meydan, di Baku.

Tonton juga: Perjalanan Jazirah Islam di Dubai



Biasanya, dalam satu hari, Gulum kerap berganti dua hingga tiga gaya casual. Gaya modest pun jadi unggulan muslimah lulusan Universitas Baku ini. Gulum juga membawa tim Jazirah Islam ke salah satu toko baju di Icheri Sheher, kota tua Baku, yang punya koleksi kostum tradisional Azerbaijan.

Natavan Aliyeva, si pemilik toko, merupakan kolektor sekaligus desainer Azerbaijan. Dia sudah mengoleksi kostum tradisional Azerbaijan sejak remaja. Ia jatuh cinta pada kisah sejarah setiap baju. Hal ini yang mendorongnya menjadi desainer.

Busana yang ia buat juga tak jauh dari gaya tradisional, namun modern, alias kontemporer. Beberapa koleksinya sudah ditampilkan di fashion show Eropa Timur, seperti di Georgia dan Ukraina.

Cantik dan Unik, Baju Tradisional Azerbaijan Host Jazirah Islam Nadila Fitria di butik scarf khas Azerbaijan. Foto: Hanggoro Mukti/Jazirah Islam TRANS 7


Baju tradisional khas Azerbaijan sangat unik. Termasuk gaya penutup kepalanya, yakni menggunakan peci, atau topi bundar di bawah kerudung segitiga. Mungkin terlihat agak aneh, namun tidak bagi wanita Azerbaijan.

Gaya seperti ini digunakan di momen yang cukup penting, salah satunya pernikahan. Peci atau chutga, dalam bahasa Azeri, merepresentasikan gaya muslimah Azerbaijan di abad ke 18.



Saksikan cerita lengkap perjalanan ke Azerbaijan melalui tayangan Jazirah Islam di TRANS 7, Selasa 22 Mei 2018 pukul 15:00 WIB.
(rns/rns)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed