DetikNews
Senin 21 Mei 2018, 21:19 WIB

Gerindra: Kalau Rupiah 14.500, Nggak Jadi Pilpres Kali

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Gerindra: Kalau Rupiah 14.500, Nggak Jadi Pilpres Kali Waketum Gerindra Ferry Juliantono (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta -

Elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2019 selalu berada di bawah Jokowi berdasarkan beberapa hasil survei.

Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono menilai hasil survei lembaga-lembaga survei yang menunjukkan elektabilitas Jokowi mengungguli Prabowo sudah ketinggalan zaman.

"Saya melihat survei sudah ketinggalan zaman," kata Ferry setelah menjadi narasumber dalam rilis hasil survei Charta Politika di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018).

Ferry mengungkapkan, pihaknya tak lagi bertolak pada survei-survei yang dihasilkan lembaga survei tersebut. Ia mengatakan pihaknya lebih memilih mengacu pada survei yang dilakukan oleh kalangan internal Gerindra.

"Kita punya survei internal," ujarnya.

Selain itu, Ferry mengaku partainya mengacu pada big data yang telah dikantongi. Big data tersebut didapatkan dari analisis terhadap perilaku pemilih di Indonesia.

"Big data itu bisa analisis perilaku pemilih memperlihatkan bahwa kenaikan elektabilitas Pak Prabowo, meskipun tidak drastis, tapi meningkat terus itu berbanding elektabilitas Pak Jokowi yang turunnya lebih tajam. Kita yakin," tutur Ferry.

Ferry mengungkapkan, ada beberapa indikator yang menyebabkan elektabilitas Jokowi terus menurun. Salah satunya adalah terus meroketnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

"Kalau rupiah (dolar terhadap rupiah) 14.500, nggak jadi pilpres kali. Udah berontak rakyat," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa lembaga survei merilis hasil survei elektabilitas Jokowi dan Prabowo. Hasilnya, mayoritas lembaga survei menghasilkan elektabilitas Jokowi mengungguli Prabowo.

Lembaga survei tersebut di antaranya Litbang Kompas. Menurut survei ini, elektabilitas Jokowi ada pada angka 55,9 persen. Elektabilitas Prabowo berada pada angka 14,1 persen pada survei teranyar ini.

Kemudian, Survei Cyrus Network. Survei Cyrus dilakukan pada 27 Maret hingga 3 April. Survei Cyrus memaparkan elektabilitas capres berdasarkan top of mind saat ini. Elektabilitas Jokowi berada di angka 58,5 persen, sedangkan Prabowo di angka 21,8 persen.

Selanjutnya, ada Indikator Politik Indonesia yang merilis hasil survei Jokowi berada di angka 51,9 persen, sedangkan Prabowo di urutan kedua dengan 19,2 persen. Dan hari ini, Charta Politika merilis elektabilitas Jokowi unggul 51,2 persen, sedangkan Prabowo 23,3 persen.




(gbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed