20 Tahun Reformasi Indonesia di Mata Anwar Ibrahim

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 21 Mei 2018 13:53 WIB
Anwar Ibrahim. Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menjadi salah satu saksi sejarah tentang reformasi di Indonesia yang bergulir di tahun 1998. Saat itu dia sudah bersahabat dekat dengan Bacharudin Jusuf Habibie yang menjadi Wakil Presiden.

Saat terjadi krisis ekonomi di kawasan Asia termasuk Indonesia, terjadi penentangan dari beberapa negara tetangga atas naiknya Habibie sebagai Wakil Presiden. Anwar Ibrahim membela Habibie dan Indonesia.



"Ketika beliau Wapres, kebetulan ada krisis, terjadi penentangan di Singapura dan lain sebagainya dan saya memilih untuk pertahankan hak Indonesia memilih siapa yang mereka mau dan bukan ada ruang atau bagi kepentingan negara lain campur tangan," kata Anwar saat Blak blakan dengan detikcom yang tayang, Senin (21/5/2018).

Pada hari Minggu kemarin (20/5), Anwar memenuhi undangan Habibie. Selain beramah tamah selepas Anwar bebas dari penjara, undangan Habibie juga bertepatan dengan 20 tahun reformasi Indonesia.

Lalu, seperti apa pandangan Anwar Ibrahim tentang 20 tahun reformasi Indonesia?

Menurut Anwar, Indonesia sudah mengalami banyak perubahan 20 tahun pasca reformasi. Dan salah satu perubahan drastis itu terjadi ketika Habibie menjadi Presiden.



"Peran Habibie dalam sejarah (reformasi) pertama dia berjaya mencatat perubahan-perubahan drastis, kebebasan media, pembebasan tahanan politik, perekonomian itu satu hal yang saya anggap penting," kata Anwar.

Namun dia mengakui, saat ini masih ada sejumlah persoalan yang harus diselesaikan. Misalnya soal maraknya korupsi, kesenjangan antara si kaya dan si miskin. "Ini tantangan yang harus diluruskan oleh pemerintah yang ada," kata Anwar. (erd/bag)