DetikNews
Senin 21 Mei 2018, 13:15 WIB

Jazirah Islam 2018

Melongok Dubai Lama di Deira

Nadila Fitria - detikNews
Melongok Dubai Lama di Deira Deira, kota lama Dubai. Foto: Hanggoro Mukti/Jazirah Islam TRANS 7
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Deira - Dubai tak hanya terkenal dengan bangunan pencakar langit Burj Khalifa. Ada satu area di Dubai, yang dulunya menjadi pintu perdagangan dan tempat pertukaran barang dan uang.

Daerah itu bernama Deira, alias Dubai Lama. Dubai adalah negara Emirat yang cukup muda. Negeri ini baru mulai berkembang lima belas tahun terakhir. Jadi bisa dibayangkan, di awal 2000-an, Dubai masih berupa gurun pasir. Dan Deira, sejatinya adalah kota kecil di pinggir sungai air asin.

Dubai Creek menjadi tujuan wisata, baik bagi Emirati maupun turis asing. Awalnya, sungai kecil ini hanya sedalam tiga meter. Namun karena banyak kapal dagang yang ingin berlabuh, Dubai Creek diperdalam hingga 15 meter.

Tonton juga: Menjelajah Budaya Islam di India

[Gambas:Video 20detik]


Misi saya selanjutnya adalah menemukan makanan otentik khas Uni Emirat Arab. Sebenarnya cukup sulit, karena sejatinya warga asli Emirat adalah suku Badui, yang tak punya banyak jenis kuliner.


Namun ada satu restoran yang punya menu sarapan ala Emirat, di distrik Al-Fahidi, area Bur Dubai. Menu andalannya adalah roti tanur dan balalid. Orang Emirat sendiri jarang memasak di rumah. Mereka memilih untuk makan di restoran, bersama keluarga.

Melongok Dubai Lama di Deira Menikmati makanan tradisional di Bur Dubai. Foto: Hanggoro Mukti/Jazirah Islam TRANS 7


Meski sederhana, bagi masyarakat gurun, roti tanur dan balalid cukup memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein mereka. Dubai lama juga berarti tempat belanja yang murah dan lengkap.

Deira Grand Souq menyediakan banyak pernak-pernik unik. Mulai dari baju, perlengkapan rumah, hingga rempah-rempah. Rata-rata semua pedagang di pasar Deira bisa berbahasa Inggris. Bahkan beberapa di antaranya, bisa bahasa Indonesia atau Melayu.

Di pasar ini, ragam rempah-rempah jadi komoditi yang diburu pengunjung. Warna-warni rempah-rempah, sungguh menarik mata dan hati. Apalagi saffron, rempah berwarna merah nan mahal dan berkhasiat.

Bunga asal Iran ini, sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu rempah termahal di dunia. Bahkan di zaman jalur sutera, saffron digunakan sebagai mata uang. Bunga yang juga punya nama kuma-kuma ini, kerap digunakan sebagai bumbu masak, atau campuran minuman.

Hanya beberapa batang putiknya saja sudah memberi warna, rasa serta khasiat. Manfaatnya antara lain, meningkatkan kesehatan jantung dan mengandung zat antikanker. Satu kilogram putik bunga ini, bisa mencapai harga Rp 100 juta. Wow!




Saksikan cerita lengkap budaya unik Dubai, hanya di program Jazirah Islam di TRANS 7, Senin 21 Mei 2018 pukul 15:00 WIB

(rns/rns)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed