DetikNews
Minggu 20 Mei 2018, 23:15 WIB

Jangan Islamofobia Hanya Karena Wanita Bercadar!

Mei Amelia R - detikNews
Jangan Islamofobia Hanya Karena Wanita Bercadar! Komunitas Berani Hijrah Baik (Foto: Screenshot video)
Jakarta - Wanita bercadar serta pria bercelana cingkrang dan berjanggut sering kali diidentikkan dengan kelompok radikal. Stigma negatif ini kemudian dituding memunculkan islamofobia.

Untuk menghilangkan stigma itu, komunitas Berani Hijrah Baik membuat social experiment di beberapa tempat. Salah satunya di kawasan pertokoan ITC Fatmawati, Jakarta Selatan dan di area car free day (CFD).

"Tujuan social experiment ini untuk melihat respons masyarakat di sini dan bagaimana sikap mereka, apakah mereka merasa aman dengan keberadaan saudari-saudari kita yang bercadar, berniqab ataukah malah mereka menjauh," kata Ahmad Zaki dari Komunitas Berani Hijrah Baik dalam videonya yang diterima detikcom, Minggu (20/5/2018).


Zaki mengatakan, social experiment ini tidak hanya dilakukan di Jakarta. Komunitasnya juga melakukan hal serupa di beberapa daerah.

"Katanya di Cirebon, Lampung, Badung dan Surabaya juga ada," ucapnya.

Dalam social experiment di ITC Fatmawati, dua orang wanita bercadar dan seorang lelaki bercelana cingkrang berdiri di depan sebuah restoran. Mereka membawa tulisan 'Peluk Saya Jika Anda Merasa Aman' dan 'Peluk Saya Jika Anda Perempuan' yang dipegang oleh perempuan bercadar.

Komunitas Berani Hijrah BaikKomunitas Berani Hijrah Baik Foto: Screenshot video

Tidak lama, mereka didekati oleh sejumlah perempuan yang kemudian memeluknya. Beberapa warga berfoto dengan dua wanita yang melakukan aksi tersebut.

Begitu juga dengan lelaki yang ikut dalam social experiment itu. Sambil memegang poster bertuliskan 'Jika Anda Lelaki Peluk Saya', ia dipeluk oleh beberapa pria yang melintas di depan lokasi.

Social experiment yang sama juga dilakukan komunitas ini di Patung Kuda, Jakarta Pusat pagi tadi. Tujuannya sama, yaitu untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa wanita bercadar atau lelaki bercelana cingkrang bukan untuk ditakuti.

"Ini aksi kita yang kedua, sebelumnya kita lakukan di pertokoan, perkantoran di Jakarta Selatan, sekarang ini kita coba di public area," kata Zaki di Patung Kuda.

Eksperimen sosial ini dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan penghakiman kepada seorang wanita bercadar.

"Mereka hanya menggunakan alat yang biasa anda pakai, jilbab, cadar, 'dengan cara yang salah'. Makanya ini kita bilang 'peluk kami ketika anda merasa aman'. Percaya aja, kami nggak ada masalah kok. Ini yang coba kita edukasi ke masyarakat supaya mereka bisa bersikap bijak melihat setiap permasalahan yang ada," paparnya.


Beberapa perempuan yang melihat aksi ini langsung memeluk para hijabers, begitu juga dengan laki-laki memeluk peserta aksi laki-laki. Bahkan ada yang menangis ketika memeluk peserta aksi.

Sementara Zaki menyayangkan aksi teror yang terjadi di beberapa daerah di Surabaya dan Riau. Hal itu, menurutnya tidak hanya mencoreng agama Islam hingga stigma negatif terhadap wanita berhijab.

"Stigma-stigma negatif itu muncul bukan hanya di Surabaya, tapi juga di seluruh Indonesia. Apalagi buat teman-teman yang bercadar, berhijab panjang apalagi masuk bulan Ramadan dan itu nggak bagus banget, Ramadan ini kan kita ingin ibadah tenang, malah dihantam dengan kejadian seperti ini," tuturnya.
(mei/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed