Laporan dari Turki

JK: Ada 31 Rekomendasi OKI untuk Selesaikan Masalah Palestina

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Sabtu, 19 Mei 2018 22:51 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla usai mengikuti KTT OKI di Istanbul, Turki (Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Istanbul - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) telah usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Luar Biasa, untuk Palestina di Istanbul, Turki. Negara OKI membahas strategi politik dan keagamaan untuk menyelesaikan permasalahan Palestina.

"Ya terus terang tidak semua keinginan itu bisa dicapai, tapi yang sangat penting ialah suatu spirit persatuan OKI untuk menyelesaikan persoalan Palestina ini, dan tentu kalau OKI bicara tidak berarti pembicaraan strategi militer, tetapi strategi politik dan juga keagamaan untuk menyelesaikan masalah ini," ujar JK di Istanbul, Turki, Sabtu, (19/5/2018).


Ada 31 rekomendasi pokok yang disepakati negara anggota OKI untuk menyelesaikan masalah Palestina. Salah satunya mendorong persatuan Palestina.

"Jadi setiap konferensi begini memang sebenarnya hasilnya dari awal dibicarakan dari bawah. Di atas itu bikin komitmen, karena kalau konferensinya hanya beberapa jam. Padahal pertemuan itu sebenarnya berhari-hari, 3 hari ya untuk memberikan kesepakatan," jelasnya.

"Di mana tentu ada pihak-pihak yang tentu kurang sepakat. Yang 31 itu pada intinya kemudian bagaimana negara-negara OKI bersatu, kemudian bagaimana kita memberikan win-win solusi," lanjutnya.


Menurut JK, masalah Palestina harus diselesaikan dengan cara damai. Hal ini karena penyelesaian masalah dengan cara perang hanya akan membuat wilayah Palestina semakin kecil.

"Saya sudah bilang sama kepala-kepala negara, apa kita mesti mau perang, karena sudah 3 kali perang makin kecil negara Palestina itu. Jadi intinya, harus ada solusi damai, supaya (tercapai) perdamaian. Karena cuma 2 pilihannya untuk menyelesaikan persoalan ini Palestina, perang atau damai?" ucapnya.


Indonesia pun sangat tidak mungkin membantu menyelesaikan masalah Palestina dengan jalur perang. Namun Indonesia akan membantu menyelesaikan masalah Palestina dengan cara damai.

"Perang sudah 3 kali, tapi minta maaf Indonesia terlalu jauh untuk membantu kalau perang. Sulit, tapi kalau mau perdamaian, maka yang pertama seperti yang saya katakan, unity dulu daripada Palestina. Kalau antara Hamas dan Fatah masih bisa di Gaza dengan Ramallah masih tidak bersatu, ya bagaimana mau mendamaikannya," tuturnya.


Dalam KTT tersebut JK pun kembali menegaskan sikap RI yang memprotes pemindahan Kedubes AS di Yerusalem, dan adanya korban jiwa dari warga Palestina yang menentang kebijakan tersebut.

"Saya kira kita sama-sama dengan negara (OKI) lain, spirit untuk mempersatukan Palestina, dan spirit itu sudah ada, mereka kan sudah pemilu bersama. Kalau tanpa, ini intinya, sebenarnya kalau dia bersatu baru bicara katakan lah dialog dengan Israel, bagaimana menjadi (membuat) kebijakan dua negara," ujarnya. (nvl/jbr)