Dishub Evaluasi Rekayasa Lalin di Mampang yang Bikin Telat Damkar

Ray Jordan - detikNews
Sabtu, 19 Mei 2018 12:10 WIB
Mobil Damkar di lokasi kebakaran, Jl Kemang Utara 9. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Penutupan persimpangan di Mampang, Jakarta Selatan, mendapat protes dari warga, terlebih adanya kejadian mobil pemadam kebakaran (damkar) yang terlambat tiba di lokasi kebakaran karena rekayasa lalu lintas tersebut. Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan segera mengevaluasi penutupan itu.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan penutupan persimpangan tersebut dilakukan untuk keselamatan lalu lintas. Diharapkan, dengan penutupan persimpangan tersebut, kepadatan kendaraan, baik dari arah Kuningan menuju Ragunan maupun sebaliknya, bisa berkurang.

"Pertama, tujuannya untuk keselamatan, supaya kita menghindari banyaknya porsi kendaraan. Kedua, untuk memperlancar arus kendaraan, terutama yang dari Pasar Minggu (Ragunan) ke Kuningan, dan dari Kuningan ke Pasar Minggu (Ragunan), karena kan sudah ada underpass," kata Andri saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (19/5/2018).

Dia mengatakan, faktanya, sebelum dilakukan penutupan, terjadi kepadatan kendaraan karena terhambat lampu lalu lintas di persimpangan tersebut. "Tapi ini sifatnya masih uji coba, apakah efektif? Kita lihat dalam satu atau dua minggu ke depan," katanya.

Terkait dengan adanya protes dari warga, terlebih dengan terlambatnya mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi karena harus memutar jalan, Andri mengatakan hal tersebut akan jadi masukan bagi pihaknya. Dia menegaskan penutupan yang dilakukan saat ini baru sekadar uji coba dan akan dievaluasi jika dalam pelaksanaannya malah berdampak negatif terhadap arus lalu lintas.

"Kalau masalah itu, yang saya tekankan yakni ini akan jadi salah bentuk evaluasi, masukan bagi kami. Kalau seumpamanya tidak ada masukan, kita tidak tahu apa yang akan kita evaluasi, apakah nanti sifatnya jadi permanen atau buka-tutup khusus untuk ambulans atau mobil pemadam kebakaran," jelas Andri.

Satu orang anak tewas dalam kebakaran di Jl Kemang Utara 9, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ketua RT setempat, Toni, menyatakan petugas pemadam kebakaran telat datang karena adanya rekayasa lalu lintas.

"Damkar tidak bisa belok ke kanan, jadi pemadam terhambat karena dia harus mutar ke Pejaten. Jadi keterlambatan karena damkar mutar di Pejaten," tutur Toni, Ketua RT 02 RW 05 Duren Tiga, saat ditemui di lokasi, Sabtu (19/5).

Lokasi kejadian berada di Jalan Kemang Utara 9, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Mobil pemadam kebakaran meluncur dari arah Jl Rasuna Said, Kuningan. Mobil tidak dapat langsung belok ke kanan ke arah Kemang karena ada beton yang menghalangi.



Apa penyebab lalu lintas di Underpass Mampang terpantau padat? Saksikan video selengkapnya di 20Detik:

(jor/fjp)