Deretan Fenomena 'Hujan' Guyur 1 Rumah yang Bikin Geger

Niken Purnamasari, Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 19 Mei 2018 08:59 WIB
Foto: Matius Alfons/ detikcom
Jakarta - 'Hujan' yang hanya mengguyur satu rumah saja beberapa kali tercatat terjadi di wilayah Jabodetabek. 'Hujan' tersebut membuat heboh dan geger warga di sekitarnya karena fenomena tersebut dinilai tidak biasa.

Fenomena ini pernah terjadi di Tebet, Jakarta Selatan pada Agustus 2017 lalu. Ketika itu, media sosial dihebohkan dengan video dari salah satu akun soal hujan yang hanya terjadi di satu rumah.

Video hujan yang mengguyur 1 rumah warga itu diunggah oleh akun Twitter @febicil dan menjadi viral di media sosial. Video diunggah pada Sabtu (26/8/2017) pada pukul 05.33 WIB. Tampak kondisi masih gelap saat itu.



"Jadi di Tebet, ada hujan di satu rumah doang. Rumah ini doang," kata seorang wanita di dalam video.

BMKG menyebut hal itu sebagai fenomena langka dan sulit terjadi.Kepala Pusat Informasi Meteorologi Publik BMKG Mulyono Prabowo mengatakan, dilihat dari skala ruang dan waktu, hujan yang mengguyur satu rumah di Tebet sulit terjadi. Apalagi melihat dimensi rumah yang hanya berukuran 5x5 meter.

Selain itu, Mulyono menambahkan, untuk hujan setempat atau lokal saja cakupan wilayahnya terjadi cukup besar. Durasi waktu hujan juga tidak terlalu lama seperti yang terjadi di Tebet yakni mulai sekitar pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB.

"Kalau hujan lokal mungkin sebagian kelurahan, sebagian kecamatan agak lebih luas. Misalkan Thamrin hujan, sebelahnya tidak. Itu relatif waktunya tidak akan sepanjang 6 jam. Dalam hitungan setengah jam tapi juga areanya tidak sempit sekali. Meskipun kita sebut hujan lokal tidak sampai skala 10x10 meter," jelas Mulyono.




Dari Tebet, kini fenomena 'hujan' yang mengguyur satu rumah kembali terjadi di Depok, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi di RT 03/16 Kampung Stangkle, Kelurahan Kemirimuka, Beji, Depok. Kehebohan itu terjadi pada Rabu (16/5) malam lalu. Warga terheran-heran lantaran hanya rumah Haji Soleh yang basah kena guyuran hujan. Warga sempat mengira 'hujan lokal' itu adalah sebuah fenomena alam.

"Ini kejadian malam, terus puasa hari pertama, kayaknya berkah gitu," kata Suradji saat ditemui detikcom di lokasi, Jumat (18/5/2018) malam.



Tak ayal, kejadian itu mengundang para tetangganya untuk berdatangan ke depan rumahnya. Sejumlah warga mandi hujan hingga membawa ember dan baskom untuk menampung 'air hujan' di rumah Haji Soleh. Setelah ditelusuri, ternyata 'hujan' tersebut adalah percikan dari air toren rumah.

"Banyak yang dateng, dari jauh-jauh juga banyak. Banyak yang cuci muka, mandi basah-basahan, bawa ember sama gayung juga. Ngiranya mah hujan lokal," katanya.



Kejadian itu berlangsung cukup lama hingga akhirnya sumber 'air hujan lokal' diketahui. Ketua RT 03, Herman yang mendapatkan informasi sempat meragukan 'hujan lokal' itu.

"Kejadian jam 11.30 malam lah sampai jam 02.30, itu saya posisi udah ngantuk, dapet info dari ponakan saya kalau ada hujan yang kena cuma 2 rumah doang. Pas saya keluar eh hujan bener, tapi saya ragu juga tuh, soalnya aneh hujannya," ujar Herman.

Kehebohan 'hujan lokal' ini sempat membuat petugas dari Suku Dinas Sosial datang mengecek kejadian itu. Akhirnya, diketahuilah bahwa 'hujan lokal' itu berasal dari kebocoran pipa toren di rumah Ibu Anggun, yang rumahnya berseberangan dengan rumah Haji Soleh.

[Gambas:Video 20detik]

(nkn/nkn)