Laporan dari Turki

Indonesia Tawarkan 6 Solusi Bantu Palestina Lewat KTT OKI

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Sabtu, 19 Mei 2018 02:30 WIB
Foto: dok. Setwapres RI
Ankara - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersatu untuk membantu Palestina. Ada 6 solusi yang ditawarkan Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI di Istanbul, Turki.

"Langkah satu OKI harus dilakukan terus menerus, tidak boleh berhenti. Dan langkah yang diambil adalah langkah konkrit," ujar JK dalam pidatonya pada KTT Luar Biasa OKI dalam menyikapi pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, di Istanbul Conggress Center, Jumat (18/5/2018).

JK mengingatkan, dunia internasional terutama rakyat di masing-masing negara menunggu apa yang akan dilakukan pemimpinnya untuk membantu Palestina.



"Apakah kita bertemu hanya untuk bicara? . atau betul-betul akan bertindak? Kita harus bertindak," tegasnya.

JK lalu menyampaikan beberapa usulan dari RI untuk negara anggota OKI dalam membantu Palestina.

"Pertama, negara OKI harus menuntut PBB, baik Dewan Keamanan maupun Sidang Umum, untuk mengambil langkah tegas menyikapi perkembangan ini. Sebuah investigasi independent harus dibentuk," ucapnya.

Prinsip two state solution dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina merupakan salah satu prinsip yang tidak bisa ditawar.



"Kedua, pertemuan ini harus menghasilkan komitmen bantuan kemanusian yang sangat diperlukan saat ini, terutama di Gaza," tuturnya.

Negara anggota OKI juga harus membantu The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA). Menurutnya kondisi UNRWA saat ini mengkhawatirkan dan harus dibantu.

"Ketiga, negara OKI mendesak negara yang belum mengakui Kemerdekaan Palestina...untuk segera melakukannya," jelasnya.

"Keempat, OKI harus memperkuat lobi agar negara lain tidak mengikuti langkah AS memindahkan Kedutaan Besarnya ke Jerusalem," imbuhnya.

Terkait lobi agar negara lain tidak ikut memindahkan Kedubesnya ke Yerussalem, Indonesia akan menjadi bagian dari lobi tersebut.

"Kelima, mari kita kuatkan komitmen menjalankan semua yang pernah diputuskan OKI mengenai Palestina," ungkapnya.

JK mengaku melihat banyak keputusan OKI yang belum dan bahkan tidak dijalankan mengenai Palestina.

"Keenam, Indonesia mendorong persatuan di Palestina juga diperkuat. Akan sulit perjuangan dilakukan tanpa persatuan internal Palestina," tuturnya.

JK pun kembali mengingatkan, dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak pernah dan tidak akan surut.



"Bagi Indonesia, Palestina adalah satu-satunya bentuk penjajahan yang masih ada di dunia modern ini. Sesuai dengan amanat konstitusi, Indonesia akan terus berdiri bersama bangsa Palestina hingga Palestina merdeka di tanah airnya," tegasnya.

JK pun menutup pidatonya dengan mengutip kalima Presiden Pertama Ir. Soekarno pada tahun 1962.

"Bahwa selama kemerdekaan belum dicapai oleh Bangsa Palestina, selama itu pula Indonesia akan berdiri di sisi Palestina," pungkasnya. (nvl/nkn)