KPK Telusuri Soal Anggaran Proyek di Bakamla dari Elite Golkar

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 17 Mei 2018 18:28 WIB
Gedung KPK (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Dalam sepekan terakhir, KPK rajin memeriksa politikus Partai Golkar. Mereka diperiksa berkaitan dengan proyek satellite monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Kita mendalami pengetahuan saksi terkait proses pembahasan anggaran," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi, Kamis (17/5/2018).

Dari catatan detikcom, sejumlah politikus Golkar yang sudah diperiksa yakni Wakil Korbid Kajian Strategis dan Intelijen Yorrys Raweyai, Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Basri Baco, Ketua DPD Golkar Jakarta Utara Olsu Babay, serta kader Golkar Bukhori. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fayakhun Andriadi. Lantas apa saja yang ditanyakan penyidik KPK?

"Rincian materi pemeriksaan tentu tidak bisa kami sampaikan. Namun prinsipnya dalam beberapa hari ini KPK mendalami dan mengklarifikasi apa yang diketahui saksi-saksi dari pengurus partai terkait dengan proses pembahasan anggaran Bakamla," kata Febri.

Selain itu, penyidik juga pernah memanggil Dirjen Anggaran Askolani sebagai saksi. Dia dipanggil pada Selasa (15/5).

Dalam perkara ini, Fayakhun diduga menerima fee 1 persen dari total anggaran Bakamla senilai Rp 1,2 triliun atau senilai Rp 12 miliar. Selain itu, dia diduga menerima USD 300 ribu. KPK menduga pemberian suap terkait kewenangan Fayakhun sebagai anggota DPR dalam proses pembahasan dan pengesahan RKA-K/L dalam APBN-P tahun anggaran 2016 yang akan diberikan kepada Bakamla. (ams/dhn)