DetikNews
Kamis 17 Mei 2018, 16:00 WIB

Ramadan di Aceh: Hotel Putar Tausiah, Rental PlayStation Tutup

Agus Setyadi - detikNews
Ramadan di Aceh: Hotel Putar Tausiah, Rental PlayStation Tutup Ilustrasi (dok.detikcom)
Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh menyeru pengusaha hotel dan kafe agar memutar tausiah selama Ramadan. Sedangkan rental PlayStation (PS) hingga tempat hiburan dilarang beroperasi.

Anjuran itu tertuang dalam seruan bersama yang dikeluarkan Pemkot Banda Aceh bersama unsur Forkopimda. Seruan yang memuat 10 poin ini sudah disebar dan ditempel di tempat-tempat umum. Isi dari seruan ini ditujukan untuk kaum muslimin hingga nonmuslim dan warga negara asing yang berada di Tanah Rencong.

"Seruan ini sudah diedarkan sejak setelah ditandatangani pada 11 Mei lalu," kata Kabag Humas Pemko Banda Aceh T Taufik Mauliansyah saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (17/5/2018).

Dalam seruan yang diteken oleh berbagai unsur pimpinan itu, terdapat beberapa poin, di antaranya mengatur pemilik warung serta pengusaha salon, hotel, dan tempat hiburan.

"Untuk usaha Billyard, PlayStation, dan hiburan lainnya dilarang beroperasi selama bulan puasa," demikian isi salah satu poin dalam seruan tersebut.

Selain itu, dalam seruan bersama tersebut diatur pengusaha salon hanya dibolehkan membuka usaha sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Untuk salon, pemerintah juga meminta tetap menjaga ketentuan sebagaimana tercantum dalam surat izin usaha salon.

Pengusaha hotel dilarang menyediakan makanan dan minuman pada siang hari, menggelar karaoke, disko, dan sejenisnya selama Ramadan. "Pengusaha hotel dianjurkan untuk memutar tausiah dan musik yang bernuansa Islami," isi poin tujuh subpoin 4.

Dalam seruan tersebut, Pemkot Banda Aceh juga menyeru umat Islam melaksanakan ibadah puasa, memakmurkan masjid, meunasah, dan tempat ibadah lainnya dengan melaksanakan salat tarawih, tadarus, iktikaf, dan ibadah lain semata-mata karena Allah.

"Dilarang memperjualbelikan barang-barang yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah di bulan Ramadan. Meninggalkan perbuatan maksiat yang dapat merusak pahala puasa," isi poin tentang seruan untuk umat Islam.

Selain itu, dimuat poin untuk nonmuslim yang tinggal di Banda Aceh. Pada poin terakhir, warga nonmuslim diharapkan menghormati masyarakat Aceh yang melaksanakan ibadah puasa.

"Bagi nonmuslim agar menghormati pelaksanaan ibadah puasa dalam rangka pembinaan toleransi dan kerukunan hidup antarumat beragama. Khusus bagi WNA yang berada di Banda Aceh, juga diserukan agar dapat mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku selama Ramadan," demikian isi poin terakhir.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed