DetikNews
Kamis 17 Mei 2018, 15:49 WIB

Bongkar Skimming, Polda Metro Dapat Award di Forum Visa Summit

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Bongkar Skimming, Polda Metro Dapat Award di Forum Visa Summit Foto: dok. Istimewa
Singapura - Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya mendapatkan penghargaan di forum Visa Risk Security Summit 2018 di Singapura. Penghargaan 'law enforcement award' diberikan atas keterlibatan Polda Metro Jaya dalam membongkar kasus skimming.

Visa Risk Security Summit merupakan konferensi tahunan yang diadakan oleh ahli manajemen risiko dari industri pembayaran, regulasi dan juga penegakan hukum di Asia Pasific, Eropa, Timur Tengah dan Afrika yang diselenggarakan setiap tahun. Tahun ini, Visa Security Summit digelar di Swisshotel The Stamford, Singapura.

Visa Risk Security Summit 2018 dihadiri oleh sekitar 600 industri pembayaran seluruh Asia Pasific, pihak dari Bank Indonesia serta bank se-Asia Pasifik. Dalam forum ini juga dibahas mengenai manajemen resiko pada sistem pembayaran, bagaimana menangganinya, koordinasi lintas bank, kebijakan-kebijakannya, sistem utk mengendalikan kejahatan pada sistem pembayaran dan membangun network yang berhubungan pada sistem pembayaran.

Dalam kesempatan itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menerima penghargaan tersebut, pada Kamis (17/5/2018) waktu setempat. Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono, Kanit 4 AKP Rovan Richard Mahenu dan Panit 2 Iptu Verdika Bagus Prasetya juga hadir dalam penerimaan penghargaan tersebut. Penghargaan diberikan oleh Vice Chairman, Risk and Public Policy Ellen Richey.


"Penghargaan ini merupakan suatu kehormatan bagi kami jajaran kepolisian Polda Metro Jaya dan tentunya ini memotivasi kami untuk terus melakukan penindakan terhadap kejahatan perbankan," kata Nico dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (17/5/2018).

Baru-baru ini, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap pembobolan bank modus skimming yang terjadi di beberapa tempat di Jakarta hingga Bali. Dalam kasus ini, telah ditangkap total 18 tersangka dari 11 kasus yang ditangani.

"Kemudian kami menyita total 2.025 kartu yang berisikan data nasabah atau korban, serta sejumlah uang dan barang-barang yang dibeli oleh sindikat dari hasil kejahatan," katanya.

Tidak hanya warga negara Indoneisa, polisi juga menangkap sejumlah warga negara asing dalam kasus itu. Sindikat tersebut setidaknya telah menjebol ribuan data nasabah di 77 bank dari 24 negara berbeda.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed