Hidayat Nurwahid Dukung Langkah Kapolri Berantas Judi
Rabu, 13 Jul 2005 22:53 WIB
Jakarta - Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mendukung upaya pemberantasan judi yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Namun deadline 6 hari untuk dapat memberantas judi 100 peresen sulit direalisasikan, karena perjudian di Indonesia sudah meluas dan mempengaruhi kehidupan masyarakat serta diback-up bandar yang sangat kuat."Adanya komitmen itu, kita dukung Pak Kapolri dan jajarannya bekerja secara maksimal melawan judi. Tapi tidak mungkin deadline, seperti wartawan cut off jam 6 ya jam 6," papar mantan Presiden PKS di gedung DPR RI, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2005).Tenggat waktu 6 hari yang diberikan Kapolri merupakan motivasi dan gebrakan di jajaran Polri agar dapat dilakukan pemberantasan judi secara maksimal. Terutama penangkapan terhadap para penjudi kelas kakap. Menurutnya terapi kejut yang dilancarkan Kapolri ini penting dilakukan agar perjudian di Indonesia dapat dikurangi secara signifikan."Syukur-syukur dapat menangkap penjudi-penjudi kelas kakap yang dapat menghadirkan efek jera pada para penjudi kelas teri. Jangan sampai kelas teri ditangkap dan kelas kakap dibiarkan, apalagi sampai melakukan capital flight ke luar negeri. Itu akan mencederai rasa keadilan masyarakat," tambah Hidayat.Menyangkut kemungkinan adanya teror dari bandar judi, Hidayat juga menyarankan agar Polri tidak pernah surut. Sebab, langkah Polri ini akan didukung sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia.Hidayat meminta para penjudi tidak menakuti masyarakat dan Polri dengan membuat keresahan pada masyarakat. Para penjudi diminta insyaf dan sadar mengikuti UU yang ada, karena perjudian sudah dilarang. "Dari dulu harusnya mereka sudah dihukum, mereka sekarang diarahkan untuk tidak melanggar UU lagi, menjalani hidup normal dan tidak menjadi pesakitan," ingat Hidayat Nurwahid.Disinggung soal isu sebagian dana anggaran kepolisian dihasilkan dari dana hasil judi, Hidayat meminta agar Polri menjelaskan hal tersebut. "Itu harus dijelaskan oleh kepolisian, saya harap tidak demikian. Ini momentumnya tepat untuk membuktikan bahwa polisi bisa bekerja secara mandiri tanpa bantuan dana hasil judi," jelasnya.
(san/)











































