DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 16:25 WIB

Bawaslu Umumkan Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Kampanye PSI Besok

Dwi Andayani - detikNews
Bawaslu Umumkan Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Kampanye PSI Besok Gedung Bawaslu (Foto: Dwi Andayani/ detikcom)
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan mengumumkan hasil pemeriksaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atas dugaan iklan kampanye di luar jadwal. Hasil pemeriksaan ini direncanakan akan diumumkan besok.

"Hari ini terakhir pemeriksaan, kalau nggak hari ini, besok sudah teman-teman pihak terkait Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) akan diberikan info terkait putusannya," ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).


Afif mengatakan hasil ini akan disampaikan secara resmi Bawaslu seperti pengumuman terkait pelanggaran iklan kampanye terhadap Partai Perindo.

"Besok kota sampaikan, kita sampaikan resmi kaya Perindo dulu," kata Afif.

Sebelumnya, PSI diduga melakukan kampanye di luar jadwal dengan memasang iklan kampanye di media cetak. Dalam iklan yang dibuat PSI, tertulis 'Alternatif Cawapres dan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo'. Dalam iklan ini, ditampilkan pula foto Jokowi, lambang partai PSI, nomor urut peserta pemilu PSI, serta nama dan foto calon cawapres dan calon menteri periode 2019-2024.


Diketahui, berdasarkan PKPU No 5 Tahun 2018, disebutkan waktu pendaftaran calon presiden ke KPU adalah 4-10 Agustus 2018. Sedangkan masa kampanye pilpres baru akan dimulai pada 23 September 2018 sampai 13 April 2019.

Bila terbukti melakukan pelanggaran, akan dikenai sanksi sesuai dengan aturan yang terdapat dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 Pasal 492 tentang Pemilu. Ancaman hukumannya paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.


Afif mengatakan ada tiga nama yang akan bertanggung jawab dalam kasus ini. Afif tidak menyebutkan detail pihak yang dimaksud, dia hanya mengatakan ketiga nama ini merupakan pejabat inti dari PSI.

"Iya (lebih dari satu orang) yang muncul, tiga nama penanggung jawab, yakni nama-nama yang muncul di pemeriksaan," ujar Afif (15/5).
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed