Depkes Waspadai Kasus Radang Paru-paru Berat Mirip Iwan
Rabu, 13 Jul 2005 18:27 WIB
Jakarta -
Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari buru-buru mengeluarkan siaran pers menyahuti kasus meninggalnya Iwan Siswara yang sempat diduga karena flu burung. Dia menegaskan, Iwan meninggal karena radang paru-paru/pneumonia berat. Pihaknya juga mewaspadai kemungkinan munculnya kasus serupa di Tangerang dan sekitarnya.Di bawah ini penjelasan lengkap Menkes yang diterima detikcom, Rabu (13/7/2005) pukul 18.00 WIB:Pada tanggal 8 Juli 2005 pukul 19.30 WIB, Direktorat Jenderal PP & PL Depkes RI mendapat laporan tentang 3 (tiga) penderita Pneumonia Berat (Radang Paru-Paru Berat) di Kabupaten Tangerang dalam satu keluarga, yaitu seorang laki-laki dewasa (38 tahun) dan dua orang anaknya yang masing-masing berumur 9 tahun (perempuan) dan 1 tahun (perempuan). Sedangkan anggota keluarga lainnya yaitu istri penderita dan satu orang anak serta seorang pembantu dalam keadaan sehat.Pada hari yang sama pukul 20.00 WIB, dilakukan komunikasi terhadap RS yang merawat untuk melakukan cross check tentang kasus yang dilaporkan.Pada tanggal 9 Juli 2005 Ditjen PP & PL melakukan investigasi lapangan dan mengambil spesimen penderita untuk pemeriksaan laboratorium di Badan Litbangkes Depkes Jakarta. Pada hari yang sama, penderita anak (perempuan) berusia 1 tahun yang sedang dirawat meninggal dunia.Pada 10 Juli 2005 dipimpin oleh Dirjen PP & PL bersama para dokter ahli termasuk dokter yang merawat, serta para pejabat di lingkungan Ditejn PP & PL dan Badan Litbangkes dilakukan pembahasan tentang pengelompokan kasus pneumonia yang terjadi dalam satu keluarga di Tangerang dan diketahui bahwa penderita dewasa dua bulan sebelum sakit bepergian ke luar negeri.Dirjen PP & PL juga menginstruksikan untuk dibentuk tim medis yang beranggotakan para dokter spesialis paru, para dokter yang merata untuk memantau perkembangan kondisi penderita dan perkembangan kesehatan keluarganya.Sementara itu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kab Tangerang diinstruksikan agar investigasi lapangan yang telah dilaksanakan tetap dilanjutkan untuk memperoleh gambaran perkembangan kasus serta mengantisipasi kemungkinan adanya penyebab lain dari kasus tersebut.Pada tanggal 12 Juli 2005 penderita dewasa (laki-laki) berusia 38 tahun meninggal dunia. Namun, sampai saat ini tidak ditemukan lagi kasus baru yang terkait dengan kasus-kasus ini.Pada tanggal 13 Juli 2005 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Badan Litbangkes Depkes menunjukkan bahwa penyebab kasus pneumonia tersebut adalah bakteri patogen dan tidak ditemukan jenis virus patogen. Pada saat ini juga sedang ditunggu hasil pemeriksaan serologis penderita.Jajaran kesehatan di Kab Tangerang dan Departeman Kesehatan beserta Rumah Sakit tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya kasus baru maupun penyebab lain dari kejadian pengelompokan (clustering) pneumonia di Tangerang tesebut.Depkes mengimbau dan mengajak masyarakat tetap tenang serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memlihara kesehatan perumahan dan lingkungannya, makan dengan menu gizi seimbang, dan segera berobat ke sarana kesehatan terdekat bila merasa ada gejala sakit.Dimohon pula bantuannya bagi semua pihak termasuk kalangan pers untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan informasi perlunya budaya hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran penyakit dan gangguan kesehatan.
(nrl/)










































