DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 14:18 WIB

Israel Tembak Mati 58 Warga Palestina, DPR: Ini Genosida!

Akfa Nasrulhaq - detikNews
Israel Tembak Mati 58 Warga Palestina, DPR: Ini Genosida! Bentrokan Berdarah di Perbatasan Gaza-Israel/Foto: Reuters
Jakarta - Tindakan Israel yang telah membunuh lebih 58 warga Palestina di perbatasan Israel menuai kecaman dari berbagai pihak. Ironisnya ini terjadi bersamaan dengan prosesi pembukaan kedubes AS di Yerusalem.

"Israel menembaki warga Palestina dengan brutal dan membabibuta ke segala arah. Bukti bahwa negara tersebut telah sengaja melakukan tindakan 'genosida' dan pembunuhan terencana," ujar Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi Munawar dalam keterangan tertulis, Rabu (16/5/2018).


Dengan sangat geram, Rofi meminta AS harus bertanggung jawab atas seluruh peristiwa ini. Mereka berpesta ditengah hilangnya puluhan nyawa warga palestina menuntut tanah mereka dikembalikan. AS telah berkontribusi dalam sejarah paling kelam proses perdamaian di Timur Tengah.

Hari Senin (14/5) waktu setempat tercatat sebagai hari paling berdarah bagi warga Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina menyebut sudah 58 demonstran tewas dan sekitar 2.700 orang lainnya luka-luka terkena peluru asli maupun gas air mata.

"Warga Palestina telah melakukan protes selama hampir enam minggu sebagai bagian dari protes 'hari nakba', tetapi peristiwa kemarin jumlah korban jiwa melonjak tajam bertepatan dengan hari ketika AS membuka kedutaannya di Yerusalem. Sungguh sangat tragis dan ironis. PBB tidak bisa hanya berdiam diri dan Harus segera bertindak!," tegas Rofi.


Legislator asal Jawa Timur ini menjelaskan bahwa mayoritas dari mereka yang tewas adalah demonstran tidak bersenjata. Bahkan otoritas Palestina menuduh Israel melakukan 'pembantaian yang mengerikan' dan menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan pembunuhan.

"Pemerintah Indonesia harus menyampaikan protes atas peristiwa tersebut dan mengambil peran aktif dalam mendorong tindakan tegas terhadap Israel yang telah melakukan pembantaian secara sistematis dan massif," pungkas Rofi.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed