Polri: Bom di KPUD Poso Diduga Terkait Hasil Pilkada
Rabu, 13 Jul 2005 17:59 WIB
Jakarta - Terjadinya pelemparan bom di kantor KPUD Poso, Selasa (12/7/2005) malam, diduga dilakukan oleh orang-orang yang tidak setuju dengan hasil pilkada. Bahan bom yang tergolong low explosive juga menunjukkan pelemparan itu dilakukan oleh kelompok avonturir.Hal ini diungkapkan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Boedihardjo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2005)."Di daerah lain kan seperti itu. Ada yang tidak setuju dengan pilkada, karena ada money politics dan lain-lain. Apalagi di Poso baru saja melakukan penghitungan terakhir," ungkap Haryanto.Menurutnya, dua bom yang dilempar di belakang kantor KPUD Poso tergolong low explosive, karena bahan peledak itu tidak mampu meledakan kaleng susu yang menjadi media bahan peledak. "Kaleng susu tersebut tidak pecah, hanya mengeluarkan asap. Saya belum tahu berapa besar ukuran mercon yang ada di dalam kaleng susu tersebut," ungkapnya.Saat ini, bom tersebut masih diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Sulteng. Pihak Polda juga masih melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi mata.
(san/)











































