DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 12:29 WIB

Disinggung Jokowi, PD: Program Subsidi BBM SBY Terbukti Unggul

Tsarina Maharani - detikNews
Disinggung Jokowi, PD: Program Subsidi BBM SBY Terbukti Unggul Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto (Foto: dok. DPR)
Jakarta - Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY) bereaksi atas sindiran Presiden Joko Widodo soal program subsidi BBM di era pemerintahannya. Partai Demokrat turut mengeluarkan pembelaan.

"Tentunya semua presiden memiliki kebijakan dan kita ketahui program subsidi dari Pak SBY program subsidi BBM adalah program yang betul-betul unggul dan betul-betul dirasakan oleh masyarakat," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).



Agus menjelaskan banyak program di era pemerintahan SBY yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Selain subsidi BBM yang dinilai berhasil, ia menyebutkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"Kami yakini kalau programnya Pak SBY sudah benar-benar dirasakan masalah subsidi BBM tersebut. Ada PNPM, ada bantuan sekolah, ada juga beasiswa, ada juga bantuan kesehatan, keluarga miskin, dan sebagainya. Bahkan ada BLT. Sehingga inilah yang langsung terasa di masyarakat," sebut Agus.

Meski begitu, Agus meyakini Jokowi memiliki program yang sama baiknya. Menurutnya, tiap presiden tentu memiliki tujuan serupa: memakmurkan masyarakat.

"Pak Jokowi juga memiliki kebijakan. Nah itu tentunya masing-masing pemimpinan memiliki kebijakan. Sehingga kami rasa semua kebijakan itu pasti bagus karena semuanya tujuannya demi masyarakat," ucapnya.

SBY mengeluarkan cuitan berseri di akun Twitter-nya, Selasa (15/5). Tweet yang menyinggung soal BBM itu ditujukan kepada Jokowi.

"Pak Jokowi intinya mengkritik & menyalahkan kebijakan subsidi utk rakyat & kebijakan harga BBM, yg berlaku di era pemerintahan saya. *SBY*," cuit SBY lewat Twitter @SBYudhoyono.

Ada empat tweet lain yang disampaikan SBY. Salah satunya meminta pendukungnya bersabar.



"Saya mengikuti percakapan publik, termasuk di media sosial, menyusul pernyataan Presiden Jokowi yg salahkan kebijakan SBY 5 th lalu. Pak Jokowi intinya mengkritik & menyalahkan kebijakan subsidi utk rakyat & kebijakan harga BBM, yg berlaku di era pemerintahan saya. *SBY* *SBY* Saya minta para mantan Menteri & pejabat pemerintah di era SBY, para kader Demokrat & konstituen saya, TETAP SABAR. *SBY*," kata SBY di tiga cuitannya.

Hal ini bermula dari pernyataan Jokowi dalam 'Workshop Nasional Anggota DPRD PPP' di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5) ketika berbicara soal BBM 1 harga. Jokowi menyinggung harga BBM di wilayah timur Indonesia 3,5 tahun lalu.



Saat itu Jokowi mengaku memerintahkan menteri terkait agar harga BBM disamakan dengan daerah-daerah lain. Singkat cerita, program Jokowi itu diakui berhasil.

"Dulu subsidi Rp 340 triliun, kenapa harga nggak bisa sama? Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat," ujar Jokowi.



Benarkah #2019GantiPresiden goyahkan elektabilitas Jokowi? Simak selengkapnya di 20Detik:


(tsa/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed