DPR Kutuk Pelibatan Anak dalam Serangan Teroris

Rizki Ati Hulwa - detikNews
Rabu, 16 Mei 2018 11:35 WIB
Foto: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (Dok. DPR)
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, mengutuk keras pelibatan anak-anak dalam aksi terorisme di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) lalu. Menurutnya, ini merupakan tindakan biadab yang tak bisa dimaafkan. Tak seharusnya anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa, namun malah mendapatkan ajaran sesat.

"Seharusnya anak-anak mendapat perlindungan dan pendidikan yang layak, bukan malah mendapatkan pemahaman teroris dan diajarkan paham-paham sesat. Ini sangat memprihatinkan. Mereka generasi penerus bangsa, dan harus mendapat perlindungan," tegas Taufik di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Taufik mengatakan, anak-anak yang terlibat dalam aksi terorisme itu bukanlah pelaku teroris sebenarnya. Anak-anak itu malah menjadi korban dari orang tuanya yang berada dalam ajaran yang sesat. Kepolosan anak-anak disalahgunakan orang tuanya untuk ikut terlibat dalam kejahatan terorisme.


Tonton juga, anak terduga teroris akan diberikan pendampingan psikologis:

[Gambas:Video 20detik]


"Hal ini perlu diwasapadai agar pelibatan anak-anak dalam aksi terorisme tidak terjadi lagi. Anak-anak harus mendapat perlindungan, dan itu juga amanat Undang-Undang Perlindungan Anak. Aksi terorisme harus diperangi. Seluruh lapisan masyarakat harus terlibat aktif, dan tokoh agama untuk menyelamatkan umat dari ajaran sesat," tandas Waketum PAN itu.

Diketahui, serangan bom bunuh diri di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018) menguak pola baru. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan para pelaku itu melibatkan anak-anak mereka dalam aksinya. (idr/idr)