Eva awalnya meminta Fadli Zon tak mencampuri internal PDIP dengan menyeret nama Mega. Permintaan Fadli agar Mega nyapres karena menganggap petugas partai Mega tak cakap dalam urusan keamanan.
"Bukannya berempati terhadap situasi saat ini yang membutuhkan keprihatinan kekompakan, dia seperti anomali sendiri perilakunya di antara politisi dan masyarakt sipil," ujar Eva kepada wartawan, Rabu (16/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepatutnya tidak usah mencampuri rumah tangga orang," tegas Eva.
Sebelumnya, Fadli Zon menyarankan Megawati maju sebagai calon presiden 2019. Alasannya, petugas partai PDIP saat ini dinilai tak mampu memimpin.
Tak disebutkan siapa petugas partai yang dimaksud Fadli Zon dalam cuitan itu.
Soal capres, PDIP sebelumnya telah mendeklarasikan kembali mengusung Joko Widodo sebagai capres 2019. Pengumuman Jokowi sebagai capres ini dilakukan dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (23/2/2018). Pembukaan disampaikan secara tertutup.
"Ada baiknya Bu Mega jadi Capres 2019. Petugas partainya kurang mampu memimpin. Ekonomi berantakan, keamanan kacau. Sekadar saran saja," kata Fadli lewat cuitan di akun Twitter-nya, @fadlizon, Selasa (15/5/2018).










































