"Kasihan Pak Fadli Zon ini, kok minta Ibu Mega nyapres lagi. Pandangan politiknya masih zaman old," ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (16/5/2018).
"Menurut saya lebih baik kita ini bekerja keras melawan terorisme daripada menyalankan pemerintahan ini. Terorisme itu musuh kita bersama," imbuh Ace.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu Pak Fadli mau memantik kontroversi saja. Masalah keamanan kan tidak bisa hanya diukur dari satu kejadian saja," kata Sarmuji.
Foto: Wasekjen Golkar M Sarmuji (dok. pribadi) |
Memang, salah satu alasan Fadli meminta Mega maju Pilpres 2019 karena menganggap petugas partai putri Sukarno itu tak bisa menangani kemanan dan membiarkannya kacau. Menurut Sarmuji, kondisi keamanan negara saat ini, usai serangkaian teror bom, merupakan masalah semua elemen bangsa.
"Masalah teror adalah masalah semua bangsa. Jangankan di Indonesia, di negara yang jauh lebih canggih dan maju seperti Inggris dan Perancis juga menghadapi problem menghadapi terorisme," ucapnya.
"Jangan sampai kita memanfaatkan setiap kesusahan untuk menjadi isu politik. Ada baiknya kita bergandeng tangan mencari jalan keluar terbaik menghadapi setiap problem bangsa. Jikapun tidak mau bergandeng tangan, ada baiknya oposisi menghadirkan konsepsi banding agar bisa dinilai oleh rakyat ide dimiliki oleh oposisi," pinta Sarmuji.
"Fadli Zon: Kalau Jokowi Sudah Siap, Umumkan Dong Cawapresnya", Simak berita selengkapnya di 20Detik:
(gbr/knv)












































Foto: Wasekjen Golkar M Sarmuji (dok. pribadi)