detikNews
Rabu 16 Mei 2018, 06:02 WIB

Fakta-fakta Bayu 'Hero' Penghadang Bomber Gereja Surabaya

Aditya Mardiastuti - detikNews
Fakta-fakta Bayu Hero Penghadang Bomber Gereja Surabaya Foto: Facebook
Jakarta - Aloysius Bayu Rendra Wardhana dikenang karena aksi heroiknya menghadang bomber di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya. Bayu tewas karena ledakan bom yang dijuluki sebagai 'mother of satan'.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (13/5) pagi. Jelang misa kedua, pukul 07.05 WIB, dua orang berboncengan nekat menerobos masuk ke kawasan Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMT).


Bayu yang sedang bertugas parkir gereja menghadang kedua pengebom itu. Sebelum meledakkan diri, para bomber itu sempat didorong oleh Bayu agar tak memasuki area gereja.

"Itu memang Bayu. Terlihat dia menghadang dan sempat mendorong dan akhirnya meledak," kata Adi saat ditemui di rumah duka, Jl Gubeng Kertajaya I, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Rupanya, Bayu selain petugas keamanan gereja seperti yang disebutkan polisi, juga merupakan fotografer artis. Salah satu yang pernah menjadi model Bayu adalah Baby Margaretha. Sosoknya dikenal ramah dan baik hati.


Terkait kesalahan penyebutan pekerjaan Bayu, polisi menyampaikan permohonan maaf. Polisi mengatakan bahwa Bayu hanya diperbantukan untuk mengamankan Gereja Santa Maria Tak Bercela saat kejadian.

"Yang bersangkutan diperbantukan saja untuk mengamankan Gereja Santa Maria pada saat itu. Jadi yang bersangkutan bukan sebagai satpam. Ini ralat kami dan permohonan maaf apabila penyampaian kami kurang berkenan kepada keluarga dan teman-teman dari almarhum Bayu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di di Gedung Tribrata Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya (15/5).

Bayu merupakan salah satu korban ledakan yang mengalami luka parah karena berada paling dekat dengan pelaku. Jenazah Bayu juga sempat tertahan di RS Bhayangkara Polda Jatim. Sebab, polisi masih kesulitan untuk melakukan identifikasi post-mortem dan ante-mortem.


Imbasnya, proses pemulangan jenazah Bayu tertunda karena proses identifikasi belum rampung. Padahal keluarga Bayu sudah siap menjemput jenazah bapak dua anak itu.

"Sudah ada keluarga, tapi belum selesai (identifikasi, red)," ujar Frans.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat mengunjungi keluarga Bayu untuk menyampaikan duka cita. Risma bahkan memuji sosok Bayu sebagai pahlawan pemberani.

"Menurut saya, Bayu itu seorang pahlawan. Kalau saja ia tak menghalau laju motor pelaku, mungkin saja korban lebih banyak," ujar Risma sambil merangkul istri korban, Senin (14/5).

Rentetan bom di tiga gereja Surabaya itu diketahui melibatkan satu keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu beserta empat orang anak. Sang ayah, Dita Oepriarto meledakkan diri di GPPS Jalan Arjuna. Sementara itu, si ibu, Puji Kuswati meledakkan diri bersama kedua orang putrinya berinisial FS dan PR di GKI Jalan Diponegoro.


Kemudian, dua orang anak laki-laki Dita dan Puji meledakkan diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. YF dan FH bergerak terpisah dengan kedua orang tuanya naik sepeda motor dan meledakkan diri.

Bom yang digunakan para pelaku itu berjenis TATP (triaceton triperoxide) yang dijuluki 'The Mother of Satan'. TATP merupakan bom kimiawi yang memiliki daya ledak tinggi. Polisi menyatakan TATP merupakan jenis bom yang mudah dibuat, namun sangat sensitif dan tidak stabil. Bom ini termasuk dalam kategori high explosive.

[Gambas:Video 20detik]


(ams/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com