Pariwisata Bali Ikut Hemat Energi
Rabu, 13 Jul 2005 16:14 WIB
Denpasar - Gubernur Bali Dewa Made Beratha mengeluarkan instruksi menindaklanjuti Inpres No 10/2005 tentang Penghematan Energi. Dia menginstruksikan agar jajarannya, komponen pariwisata, pengelola hiburan malam, swalayan dan masyarakat untuk berhemat energi."Saya perintahkan semua jajaran Pemrov Bali, baik di rumah maupun di kantor menghemat energi. Saya juga mengimbau komponen pariwisata, swalayan, stasiun televisi, pengelola hiburan dan fasilitas umum untuk berhemat energi. Jika sudah lewat jam satu malam lampu-lampu semua mati," katanya. Instruksi itu keluar usai rapat bersama jajarannya di kantornya, Jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Rabu (13/7/2005). Instruksi itu rencananya akan dikeluarkan hari ini atau Kamis (14/7/2005). Beratha mengisyaratkan akan menjatuhkan sanksi jika ada yang melanggar instuksi tersebut."Kita lihat nanti kalau ada yang belum menjalankan instruksi kita dekati, kita imbau. Karena memang di inpres belum ditentukan sanksi," katanya.Beratha mengatakan belum berencana untuk meminta dispensasi kepada presiden soal pemberlakukan Inpres di Bali khusunya di sektor pariwisata karena ekonomi Bali bergantung pada pariwisata."Secara umum kita laksanakan dulu Inpres itu. Sekarang tergantung di lapangan, kita lihat kondisinya nanti baru kita bicarakan lagi. Ini baru instruksi. Kita lihat dulu di lapangan apakah karena instruksi ini kunjungan turis ke Bali menurun, baru kita kaji. Jangan pagi-pagi sudah bilang pariwisata menurun," tegasnya.Namun ia meminta kepada komponen pariwisata dan pengelola hiburan untuk menjalankan Inpres dengan cara meminimalkan penggunaan pendingin dan mengurangi pengunaan lampu.Sementara itu, pelaku pariwisata Bali telah siap berhemat energi menyusul keluarnya Inpres tersebut seperti yang dilakukan Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali.Humas IA Dewi Apriyanti mengatakan, berhemat energi dengan cara mengubah penggunaan pendingin yang sebelumnya dioperasikan secara sentral kini dipecah per bangunan, menggunakan listrik sesuai dengan tingkat hunian wisatawan. "Sampai sekarang tidak ada keluhan dari customer," demikian Dewi.
(nrl/)











































