DetikNews
Selasa 15 Mei 2018, 13:51 WIB

Di Forum PBB, Kepala BNPT Ajak Berantas Kejahatan Siber oleh Teroris

Nograhany WK - detikNews
Di Forum PBB, Kepala BNPT Ajak Berantas Kejahatan Siber oleh Teroris Foto: Kepala BNPT Suhardi Alius sebagai pemimpin Delegasi RI mengajak memberantas kejahatan siber oleh teroris di depan forum PBB (Dokumentasi KBRI Wina)
Jakarta - Penetrasi internet yang makin masif di masyarakat ibarat mata pisau. Banyak positif namun bisa juga disalahgunakan, termasuk oleh teroris.

Kejahatan siber oleh teroris ini menjadi perhatian utama Indonesia di forum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Salah satu manifestasi dari kejahatan siber adalah penyalahgunaan internet, termasuk media sosial, oleh teroris. Mereka memanfaatkan internet untuk melakukan propaganda, rekrutmen, perencanaan, pendanaaan, dan pelaksanaan aksi-aksi terorisme," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Suhardi Alius.

Suhardi mengatakan hal itu dalam forum pertemuan ke-27 Komisi Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana PBB (Commission on Crime Prevention and Criminal Justice/CCPCJ) yang dilangsungkan di Wina, Austria, Senin (14/5/2018) dalam rilis yang diterima dari KBRI Wina, Selasa (15/5/2018).

Di Forum PBB, RI Ajak Berantas Kejahatan Siber oleh TerorisFoto: Kepala BNPT Suhardi Alius sebagai pemimpin Delegasi RI mengajak memberantas kejahatan siber oleh teroris di depan forum PBB (Dokumentasi KBRI Wina)


Untuk mencegah penyalahgunaan tersebut, imbuhnya, terdapat tiga hal yang dapat dilakukan.

Pertama, melindungi kelompok masyarakat rentan, khususnya perempuan dan pemuda, dari ideologi radikal yang disebarkan melalui internet. Dalam kaitan ini, negara-negara perlu memberdayakan perempuan dan pemuda dalam rangka memerangi terorisme.

Kedua, negara-negara harus mempromosikan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan budaya damai sebagai narasi tandingan atas ideologi radikal yang menyuburkan ekstremisme kekerasan.

Ketiga, negara-negara harus terus berkolaborasi dan menguatkan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan penyedia internet.

"Hal ini penting untuk menanamkan rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga ruang siber dari bahaya penyalahgunaan internet oleh teroris," tegas Suhardi.

Pada kesempatan terpisah, Duta Besar/Wakil Tetap Ri di Wina, Dr Darmansjah Djumala, menyampaikan bahwa sekarang lebih dari 120 juta penduduk Indonesia menggunakan internet. Lebih dari 200 juta penduduk RI memiliki telpon seluler.

"Ini menggambarkan betapa masyarakat Indonesia sudah sangat melek teknologi dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kepentingan ekonomi atau sosial," papar Darmansjah.

Tapi di sisi lain, teknologi ini juga menjadi platform baru bagi kejahatan. Kejahatan siber menjadi ancaman bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional karena sifatnya yang lintas-negara.

"Untuk mengatasinya perlu upaya yang komprehensif dan holistik melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan di dalam negeri dan kerja sama internasional," tambah Djumala.

Pertemuan CCPCJ ke-27 dilangsungkan tanggal 14-18 Mei 2018 di Wina, Austria. Delegasi RI dipimpin oleh Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dan terdiri dari perwakilan BNPT, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Luar Negeri, dan KBRI/PTRI Wina.

CCPCJ dibentuk pada tahun 1992 oleh the Economic and Social Council (ECOSOC) melalui Resolusi 1992/1 dan berfungsi sebagai policy-making body (badan pembuat kebijakan) di bawah PBB dalam bidang pencegahan kejahatan dan peradilan pidana.

CCPCJ memiliki mandat memperkuat langkah-langkah internasional dalam memerangi kejahatan nasional dan transnasional serta meningkatkan sistem administrasi peradilan pidana yang efektif dan berkeadilan.

Sidang CCPCJ dilaksanakan satu tahun sekali sejak tahun 1992, dan telah memberikan kontribusi dalam memperkuat kebijakan nasional dan internasional dalam bidang pencegahan kejahatan dan peradilan pidana. CCPCJ beranggotakan 40 negara yang terpilih untuk melaksanakan mandat CCPCJ selama 3 tahun.
(nwk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed