Polwan Khusus dan Psikolog Dampingi Anak-anak Pengebom di Surabaya

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 15 Mei 2018 13:45 WIB
Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin (Rois Jajeli/detikcom)
Surabaya - Pihak kepolisian memastikan anak-anak pelaku pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo mendapatkan pendampingan. Secara khusus, akan ada polwan terlatih yang ditugasi menjadi konselor bagi anak-anak tersebut.

"Kita akan memberikan pendampingan kepada anak-anak pelaku ini, baik dari polwan-polwan terlatih, para psikolog, untuk bisa memberikan pemahaman," kata Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dalam jumpa pers di Markas Polda Jawa Timur, Jl Frontage Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (15/5/2018).


Machfud mengatakan anak-anak pengebom yang selamat itu bakal terus didampingi. Setelah bebas dari paham radikal, barulah mereka diserahkan kepada keluarga.

"Kita pendampingan terus sampai betul-betul sehat, betul-betul sembuh, baru kita berikan kepada orang yang berhak, baik itu neneknya, omnya, pamannya, yang betul-betul berhak bertanggung jawab," terangnya.

Machfud memastikan anak-anak itu akan diserahkan kepada keluarga terdekat. Tentunya ada syarat dan catatan khusus.

"Dan semua orang tuanya sudah meninggal, tinggal harus diberikan kepada siapa. Orang tua yang bener yang merawat nantinya, mungkin neneknya, mungkin juga adiknya atau kakaknya, dengan catatan orangnya punya pemahaman yang waras," tegasnya.

Sejumlah anak yang menjadi korban pengeboman yang dilakukan orang tuanya adalah AR (15, anak kedua Anton), FP (11, anak ketiga Anton), dan GHA (11, anak keempat Anton). Mereka adalah anak Anton dalam peristiwa pengeboman di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jatim.

Dari 3 anak Anton, 2 di antaranya dirawat di RS Bhayangkara. Mereka yang dirawat adalah FP dan GHA. Sedangkan satu bocah juga menjadi korban pengeboman di Polrestabes Surabaya. (ams/fjp)