RS Siloam: Iwan Meninggal karena Radang Paru-paru

RS Siloam: Iwan Meninggal karena Radang Paru-paru

- detikNews
Rabu, 13 Jul 2005 15:15 WIB
Jakarta - Kabar flu burung telah menjangkiti warga Indonesia hingga tewas kembali dimentahkan. Setelah Depkes, RS Siloam Gleneagles juga memberikan bantahan senada. RS menyatakan Iwan Siswara, staf BPK meninggal bukan akibat terjangkit flu burung, tapi karena radang paru-paru. "Pak Iwan Siswara meninggal bukan karena flu burung atau SARS. Tapi karena radang paru-paru," kata Direktur Medik RS Siloam Gleneagles Lippo Karawaci, dr Anastina Tahjoo kepada wartawan di RS Siloam Gleneagles Lippo Karawaci, Tangerang, Rabu (13/7/2005).Anastina menyesalkan pemberitaan Metro TV yang menyebutkan Iwan meninggal dengan dugaan terkena flu burung. Pemberitaan itu, katanya, tanpa konfirmasi dari RS Geanagles. Menurut Anastina, data yang disampaikan Metro TV memang lengkap, tapi tidak akurat."Pihak RS menurut etika kedokteran tidak boleh mengeluarkan data nama, penyebab sakit, maupun waktu pasien dirawat. Saya kecewa dengan pemberitaan itu," katanya. Wakil Direktur Medik RS Siloam dr Mangantar Marpaung menyatakan RS Siloam hingga kini belum pernah menemukan pasien yang terjangkiti virus SARS, flu burung, atau virus yang berbahaya lainnya. "Kalau itu ada, mungkin kita tidak akan kerja lagi di sini," kata Mangantar.Berdasarkan analisis awal pemeriksaan, Iwan diagnosis menderita penyakit radang paru-paru atau infeksi paru-paru. Tapi pihak RS enggan menyebutkan sejak kapan Iwan dirawat. Alasannya untuk mematuhi kode etik kedokteran.RS Siloam membenarkan masih merawat putri kedua Iwan, Nurul Aisyah. Namun RS menolak menyebutkan penyakit Aisyah dan sejak kapan gadis kecil itu dirawat. Sementara mengenai kematian putri bungsu Iwan, Thalita Nurul Azizah, Anastina mengaku tidak tahu. Saat ditanyakan apakah Thalita pernah dirawat di RS Siloam, Anastina menolak menjawab. "Kita tidak bisa jawab pertanyaan Anda. Sekali lagi ini karena kode etik kedokteran," katanya. (iy/)


Berita Terkait