Bawa KTP dan KK, Apa Misi Bomber Polrestabes Surabaya?

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 15 Mei 2018 12:18 WIB
CCTV ledakan bom di Polrestabes Surabaya (Foto: dok. istimewa)
Jakarta - Polisi menemukan kartu keluarga (KK) pelaku pengeboman Mapolrestabes Surabaya. Mengapa si teroris membawa KK?

Pelaku pengeboman Mapolrestabes Surabaya diidentifikasi sebagai Tri Murtiono (50). Tri bersama istri dan anak-anaknya datang menggunakan dua motor ke Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) kemarin. Tri memboncengkan anak perempuannya dan seorang anak laki-lakinya. Sedangkan motor yang lain dikendarai anak laki-laki Tri bersama istrinya.


Tri beserta istri dan dua putranya meninggal di tempat. Sementara itu, anak bungsu mereka diketahui terpental, tapi tidak sampai meninggal dunia.

Polisi menemukan KK Tri di TKP. Ada juga KTP milik Dita Oeprianto (48), bomber tiga gereja di Surabaya, sehari sebelumnya.

"Selain membawa KK, dia (Tri Murtiono) juga membawa KTP Dita," kata Kapolrestabes Kombes Rudi Setiawan saat mengungkap kronologi pengeboman kepada Ketua Bambang Soesatyo di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018).

KK yang ditemukan polisi.KK yang ditemukan polisi. (hilda/detikcom)

Polisi menyebut Tri sebagai sahabat Dita. Soal alasan Tri membawa KK dalam aksi bunuh dirinya belum terjawab.

"Pelaku lainnya juga membawa identitas dan kita cocokkan sidik jari hasilnya match, cocok," ujar Rudi.

Apa tujuan pelaku bom bunuh diri membawa serta kartu identitasnya?


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menengarai terdesaknya ISIS jadi latar belakang aksi teror di Indonesia. Jenderal Tito menyebut ada perintah dari ISIS pusat untuk beraksi.

"Memang aksi ini kita duga motifnya, pertama, adalah di tingkat internasional, ISIS ini ditekan oleh kekuatan-kekuatan, baik dari Amerika dan lain-lain, Rusia dan lain-lain, sehingga dalam keadaan terpojok," kata Tito di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5).



Tonton juga video mengenai mengupas rangkaian teror di tanah air:

[Gambas:Video 20detik]

(tor/fjp)