Tersenggol Virus Flu Burung, Khairil Anwar Tetap Sehat
Rabu, 13 Jul 2005 15:02 WIB
Makassar - Heboh meninggalnya Iwan Siswara, pegawai BPK, yang sempat diduga karena flu burung mengingatkan banyak orang pada Khairil Anwar. Sebab, pegawai di peternakan inilah yang sempat disebut-sebut positif terjangkit flu burung. Tapi, kini dia sehat-sehat saja. Kini, warga asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan, saat ini Khairil sedang berada di Makassar membantu membangun rumah kakaknya. Dia tidak diisolasi. "Dia sehat sampai sekarang. Malah sekarang dia ada di rumah kakaknya yang tinggal di Makassar," ujar Sukardi, ketua tim Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sulsel ketika ditemui dikantornya, Jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (13/07/2003) Menurut Sukardi, meskipun Khairil pernah dinyatakan positif terkena virus h5NI - virus yang terdapat pada unggas yang terserang flu burung -, namun statusnya hanyalah terpapar. "Terpapar itu maksudnya dia terkena virus ini karena dia berada di lingkungan unggas yang terkena virus ini," terang Sukardi. Bahkan Sukardi menjelaskan, pemeriksaan darah Khairil di Hong Kong menunjukkan bahwa virus yang ada di tubuh Khairil itu mengalami penurunan saat diperiksa. "Pemeriksaannya kan dua kali. Saat pemeriksaan kedua, itu mengalami penurunan. Itu berarti hanya terpapar," jelasnya. Sekadar diketahui, Khairil sempat disebut-sebut sebagai kasus pertama yang positif terkena flu burung di Indonesia. Khairil tersenggol virus ini ketika kasus flu burung lagi heboh-hebohnya menimpa ribuan unggas di Sulsel pada akhir Februari lalu. Kharil ditengarai terjangkit virus ini ketika bekerja di sebuah peternakan di Gowa, Sulsel. Waspadai 11 KabupatenDinkes Sulsel pun hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan di 11 kabupaten yang ada di Sulsel, terkait dengan kasus flu burung. "6 Kabupaten dinilai telah terjangkit, dan 5 kabupaten berisiko," tutur Sukardi. 6 Kabupaten yang pernah terjangkit flu burung ini adalah Maros, Soppeng, Sidrap, Wajo, Pinrang, dan Pare-pare. Sedangkan 5 kabupaten yang berisiko yaitu Makassar, Pangkep, Gowa, Barru, dan Enrekang.
(asy/)











































