3 Cagub Minta Sudrajat-Syaikhu Ditegur soal Kaus #2019GantiPresiden

Zunita Amalia Putri - detikNews
Selasa, 15 Mei 2018 01:38 WIB
Syaikhu membentangkan kaus #2019GantiPresiden (Yulida M/detikcom)
Depok - Pasangan calon nomor dua, TB Hasanuddin dan Anton Charliyan, mengatakan situasi sempat memanas karena pasangan Sudrajat-Syaikhu membentangkan kaus #2019GantiPres pada akhir debat. Hasanuddin menyebut tindakan tersebut adalah sebuah teror.

"Kalau menurut hemat saya, ini teror karena belum waktunya. Nanti dapat menimbulkan suasana yang panas setelah ini dan itu tidak bagus. Pilpres itu baru akan dimulai tahun depan. Kalau dimulai dari sekarang, apalagi di pilkada provinsi, saya kira pada suatu saat akan berpengaruh terhadap situasi politik dan dimulai dengan cara-cara seperti ini," kata TB Hasanuddin kepada wartawan seusai acara debat Pilgub Jabar di gedung balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/5/2018).



Ia menyebut perilaku pasangan Sudrajat-Syaikhu adalah bagian dari teror dan tidak termasuk dalam ciri-ciri Islam. Ia juga meminta kepada seluruh pendukungnya tetap tenang walaupun merasa diteror.

"Ciri-ciri seperti ini mulai meneror dan sebagainya itu harus diketahui oleh seluruh rakyat Jabar. Itu tidak pada tempatnya dan pada ciri Islam. Jadi saya mohon kepada seluruh pendukung kami untuk tetap tenang. Walaupun kita diteror, kami sudah terbiasa. Sekarang ada teroris di Surabaya, dan ini ada teror di panggung juga, lengkaplah sudah, tetapi Jabar tidak boleh terjebak," imbuhnya.



Sementara itu, cawagub Jawa Barat Anton Charliyan meminta maaf atas insiden yang terjadi sehingga menyebabkan bentrokan dari masing-masing pendukung.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden kecil yang terjadi, tapi alhamdulillah bisa kami atasi. Itu adalah satu bentuk kecintaan kami terhadap Bapak Jokowi. Jadi secara spontan, anak-anak kami, kader-kader kami mungkin meluap, tapi untung dalam saat yang tepat kita bisa meredamnya," jelas dia.

Hal ini juga ditanggapi oleh cagub Jawa Barat Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar. Deddy mengatakan tindakan yang dilakukan oleh pasangan Sudrajat-Syaikhu tidak pas karena momen tadi adalah momen debat pilgub, bukan pilpres.

"Sebetulnya nggak perlu hal begitu ini kan kecuali nggak hadir para pendukung karena kan berbeda hubungannya apa pilgub dengan pilpres. Tapi ini sebuah kecelakaan dan ya sudahlah, lain kali nggak perlu ada itu lagi. Saya kira Bawaslu harus juga meneliti soal ini. Kalau perlu, dia ditegur. Kalau itu sudah keluar dari aturan main, ya ditegur," kata Deddy.

Hal senada juga dikatakan Ridwan Kamil, ia mengatakan seharusnya pasangan nomor urut tiga tersebut bijaksana, tidak mencampur adukan antara Pilgub Jawa Barat dengan Pilpres 2019 yang akan datang.

"Seharusnya kita bijaksanalah ya, setiap apa yang di luar perjanjian pasti akan menimbulkan riak-riak. Perjanjiannya tidak ada hubungan dengan urusan Pilpres dan lain-lain. Kita fokus Pilgub Jabar, saya menyesalkan mudah-mudahan nggak terulang lagi. Kita serahkan ke KPU dan Bawaslu tidak usah emosi. Apapun yang dianggap tidak sesuai perjanjian, ada Bawaslu dan KPU," ucapnya.


Ini video tentang "Sudrajat-Syaikhu Pamer Kaos 2019GantiPresiden, Penonton Emosi" (bag/bag)