DetikNews
Senin 14 Mei 2018, 21:20 WIB

Ramadan 2018

Prediksi Awal Ramadan di Taiwan Berdasarkan Metode Hisab

Ahmad Zainollah - detikNews
Prediksi Awal Ramadan di Taiwan Berdasarkan Metode Hisab Foto: Ahmad Zainollah
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
Taoyuan - Dibandingkan bulan lainnya, Ramadan mungkin bulan paling dinantikan umat Islam. Tak aneh bila prediksi menentukan awal bulan suci ini pun ditunggu-tunggu, termasuk oleh umat Islam di Taiwan.

Karena itu, penentuan awal Ramadan sangat penting. Pada dasarnya, penentuan awal bulan di kalender Hijriah ditentukan berdasarkan penampakan hilal, baik secara rukyat (observasi) maupun dengan cara hisab (perhitungan).

Di dunia modern saat ini, melakukan rukyat (observasi) tidak lagi menggunakan mata telanjang seperti yang terjadi zaman dahulu, yakni dengan menggunakan teleskop untuk mengetahui visibilitas (kenampakan) hilal berdasarkan kriteria-kriteria yang telah disepakati (ODEH, YALLOP, Rukyatul Hilal Indonesia [RHI], Kementerian Agama Indonesia, dan lain-lain).

Berdasarkan peta visibilitas hilal dengan menggunakan metode hisab (kriteria visibilitas ODEH ketinggian hilal minimal 20) yang dikalkulasi software Accurate Hijri Calculator (AHC) 2.2.1, di Kota Taoyuan, salah satu kota di Taiwan yang berada di koordinat 24°59′28.6″ LU, 121°18′51.58″ BT hilal diprediksi akan terlihat pada 16 Mei 2018, dengan ketinggian hilal (altitude) 9,70, azimuth 284,37110, sudut elongasi 12,78970, dan visibilitas hilal 0,357 persen. Sehingga Ramadan diprediksi jatuh pada 17 Mei 2018.

Prediksi Awal Ramadan di Taiwan Berdasarkan Metode HisabFoto: Ahmad Zainollah


Sedangkan untuk prediksi 1 Syawal, berdasarkan kenampakan hilal yang diprediksi akan terlihat pada 14 Juni 2018, di mana dengan kriteria ketinggian hilal di Taoyuan, Taiwan, 4,90, azimuth 289,90, sudut elongasi 8,60, dengan visibilitas hilal 0,042 persen. Dengan demikian, 1 Syawal diprediksi jatuh pada 15 Juni 2018.

Prediksi Awal Ramadan di Taiwan Berdasarkan Metode HisabFoto: Ahmad Zainollah


Pada Mei-Juni 2018 (selama Ramadan) di Taiwan sudah memasuki musim panas. Posisi Matahari (deklinasi Matahari) berada 190-230 LU, dan rata-rata suhunya sekitar 260-290 Celsius. Posisi Matahari saat bulan ini berada di wilayah langit utara, sehingga lama waktu siangnya sekitar 13,5 jam dan lama waktu malamnya sekitar 10,5 jam.

Tips puasa Ramadan di negara yang notabene memasuki musim panas dan memiliki waktu siang yang lebih panjang adalah mengatur waktu istirahat yang cukup, lakukan buka dan sahur yang teratur, perbanyak makan protein dan serat, hindari makanan instan, hindari makanan yang mengandung banyak gula dan garam, serta jangan lupa kuatkan niat.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1439 H....


*) Ahmad Zainollah saat ini adalah mahasiswa program Master Departemen Fisika di National Central University Taiwan. Anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) Taiwan.

*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama detikcom dan PPI Dunia.

***

Bagi Anda para pembaca detikcom yang memiliki cerita berkesan Ramadan seperti di atas, silakan kirimkan tulisan Anda ke e-mail: ramadan@detik.com. Jangan lupa sertakan nomor kontak Anda dan foto-foto penunjang cerita.
(rns/nwk)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed