Ini Imbauan Polri Terkait Ramainya Info soal Bom

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 14 Mei 2018 13:55 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (kiri) (Foto: Indra-detikcom)
Jakarta - Ledakan bom terjadi di Surabaya dan Sidoarjo. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada dalam menjalankan aktivitas.

"Karena sampai dengan tadi pagi masih ada kejadian di Polrestabes Surabaya, tentunya ini harus jadi perhatian kita untuk lebih waspada lagi. Masyarakat tetap tenang tanpa mengurangi kewaspadaan, tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa," kata Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).


Dia mengatakan Polri akan tetap mengupayakan pemberian pelayanan yang baik kepada masyarakat. Polri menaikkan status siaga 1 di seluruh institusinya untuk meningkatkan kegiatan dan kewaspadaan personel untuk menghindari kegiatan yang tak diinginkan.

Selain itu, Polri juga mengharapkan masyarakat tetap waspada terhadap beredarnya berita bohong (hoax). Setyo minta masyarakat untuk tidak membagikan atau memposting berita yang belum jelas kebenarannya.

"Kedua, kami dari Mabes Polri mengharapkan masyarakat tetap waspada khususnya terhadap berita tak jelas yang dikirim sumber tak jelas atau biasa yang disebut dengan hoax dan kami mengimbau untuk tak membagikan (sharing), atau mem-posting kembali," ujarnya.


Setyo juga meminta masyarakat untuk sama-sama menjadikan terorisme sebagai musuh bersama. "Mari bersama-sama jadikan terorisme musuh bersama. Kita bersama-sama berani untuk melawan terorisme," ucap Setyo.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membagikan foto dan video terkait peristiwa teror. Selain itu, dia juga meminta konten tersebut dihapus dari HP.

"Terakhir, mengimbau masyarakat tidak mem-posting foto atau video yang berisi kesadisan. Kalau ada di HP, mohon dihapus," ucap Setyo.


Setyo juga meminta jika mendapatkan informasi yang belum diketahui kejelasan untuk mengklarifikasi.

"Contoh di Duren Sawit, hoax itu. Di samsat, entah di samsat mana juga hoax itu. Di (Bandara) Ahmad Yani hoax itu tas ketinggalan," ucapnya. (jbr/aan)