"Sekitar 1.100 anggota DPRD yang hadir dalam workshop nasional ini mendapatkan pelatihan, mulai dari hal mendasar seperti membuat akun dan cara menyebarkannya. Mereka mengikuti kelas-kelas yang sudah disiapkan dalam workshop ini,"kata Wasekjen DPP PPP, Abdullah Mansur, dalam keterangan tertulis, Senin (14/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatihan ini menjadi bagian dalam Workshop Nasional DPRD PPP yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Senin (14/5/2018). Kesemua kader daerah tersebut dilatih oleh pakar media sosial.
Deddy Rahman, pakar branding politik di media sosial, menyebutkan bahwa pembicaraan di medsos akan berpengaruh saat pencoblosan di bilik suara. Bahkan menurutnya, suara di medsos mencerminkan suara di bilik suara.
"Begitulah kekuatan media sosial yang mampu menggiring orang untuk memilih di bilik suara," kata Deddy.
Deddy menyebut bahwa setiap partai politik bisa melakukan sejumlah strategi yang menurutnya cocok untuk partainya. PPP misalnya bisa menonjolkan sosok sang ketua umum, M. Romahurmuziy untuk mendulang suara.
"Sosok Gus Rommy (Romahurmuziy) yang sudah menjadi ikon PPP ini bisa menjadi magnet kampanye. Namun perlu dikaitkan dengan hal spesifik yang kecil. Misalnya dengan hashtag 'Gus Rommy Menyapa' atau Gus Rommy Nongkrong', sesuai dengan agenda atau program yang ada," tambah Deddy.
(mul/ega)











































