Proses Evakuasi Lima Orang di ITATS Diwarnai Kekerasan

Proses Evakuasi Lima Orang di ITATS Diwarnai Kekerasan

- detikNews
Rabu, 13 Jul 2005 14:01 WIB
Surabaya - Bentrokan di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) telah usai. Namun, kekerasan belum berakhir. Proses evakuasi terhadap lima orang kubu IK Sandy dari ruang sekuriti Kampus ITATS berlangsung alot dan tegang. Puluhan aparat kepolisian dari Brimob dan Sabhara yang dilibatkan dalam evakuasi ini tak berhasil menenangkan mahasiswa. Akhirnya, kekerasan terhadap para pendukung IK Sandy kembali terjadi.Lima orang pendukung IK Sandy, mantan Ketua Yayasan ITATS, diamankan satpam di ruangan sekuriti kampus ITATS di Jalan Arif Rahman Hakim. Mereka diamankan pasca bentrokan antara mahasiswa dengan sekelompok orang yang menduduki kampus sejak pukul 05.00 WIB, Rabu (13/7/2005).Petugas dari kepolisian sempat kesulitan membawa keluar dari ruangan karena puluhan mahasiswa menunggui di luar ruangan. Polisi pun menambah kekuatan dengan melibatkan sejumlah pasukan dari Brimob, Sabhara, dan kendaraan taktis.Namun, kedatangan aparat Brimob yang memasuki areal kampus dengan menyandang senjata laras panjang menimbulkan protes mahasiswa. Para mahasiswa pun kemudian meminta polisi menanggalkan senjata laras panjangnya.Salah seorang pimpinan Brimob berusaha meyakinkan mahasiswa bahwa pihaknya tidak akan melakukan kekerasan. Itu ditunjukkan dengan cara petugas Brimob mencopot magazine. Namun, upaya itu ditolak mahasiswa. Akhirnya Brimob batal masuk dan diganti Sabhara dari Polresta Surabaya Timur dan Polsek Sukolilo yang langsung membuat pagar betis dari ruangan sekuriti menuju mobil rantis.Setelah semua petugas membuat pagar betis, upaya evakuasi pun dimulai. Tapi, pagar betis ini tak mampu mencegah terjadinya aksi kekerasan.Putu, salah seorang Presidium ITATS yang keluar pertama kali dari ruangan sekuriti menjadi bulan-bulanan mahasiswa. Pukulan, tendangan, tonjokkan para mahasiswa datang bertubi-tubi. Aparat kepolisian yang semua membuat pagar betis ikut kocar-kacir mendapat serbuan mahasiswa. Tubuh Putu babak belur sebelum diselamatkan ke mobil taktis.Demikian juga saat evakuasi ajudan Putu, polisi tampak kewalahan membendung amarah mahasiswa. Kekerasan kembali terjadi, bak-buk, mahasiswa memukuli ajudan tersebut hingga babak belur.Nasib baik berpihak kepada tiga sekuriti yang juga diamankan di ruangan tersebut. Dengan alasan mereka tidak tahu menahu terhadap kasus ini, ketiganya lenggang kangkung masuk mobil taktis tanpa mendapat kekerasan dari mahasiswa. Dan akhirnya, kelima orang tersebut dibawa ke Polres Surabaya Timiur. Kampus ITATS berangsur-angsur tenang kembali. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads