Acara penandatanganan kerja sama digelar di aula Blok G Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018) sekitar pukul 12.45 WIB. Program kerja sama ini diberi nama Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Baca juga: Anies: Jakarta Harus Bebas TBC Sebelum 2030 |
Kepala Dinas Pendidikan DKI Sopan Adrianto, Asisten Kesejahteraan Rakyat Catur Laswanto dan Kepala Biro Pemerintahan Pemprov DKI Premi Lestari turut hadir mendampingi Anies. Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Intan Ahmad juga hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies juga menyinggung secuil masalah pendidikan di Jakarta. Eks Mendikbud itu menyebut masih banyak anak-anak Jakarta tidak lulus SMA.
"Jadi 1/3 anak-anak kita tidak menyelesaikan SMA. Ini PR (pekerjaan rumah) tersendiri. Apalagi di pendidikan tinggi, wong di SMA saja 1/3 tidak lulus SMA," sesal Anies.
Anies menilai universitas merupakan salah satu jalan meningkatkan ekonomi warga Ibu Kota. Dia berharap dengan KJMU ini anak-anak Jakarta bisa merasakan pendidikan yang tuntas dan berkualitas.
"Kita-kita yang di kampus sadar persis kampus adalah eskalator, makin kerja keras makin cepat ke atas, kampus itu eskalator sosial ekonomi. Mudah-mudahan anak-anak kita yang dititipkan lewat program ini kelak merasakan pendidikan yang sama," tutur Anies.
Berbagai universitas negeri ikut andil dalam kerja sama ini. Beberapa perguruan tinggi dimaksud di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya, Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Semarang, Universitas Andalas dan Universitas Airlangga. (zak/gbr)











































