Tidak Takut, Yesaya Halangi Pengebom Gereja GKI Surabaya

Suryaman Candi - detikNews
Minggu, 13 Mei 2018 18:57 WIB
Gereja GPPS Surabaya hancur dibom (deni/detikcom)
Surabaya - Aksi terorisme dengan mengebom tidak membuat masyarakat takut. Selain Aloysius Bayu Rendra Wardhana, ada juga Yesaya yang tidak gentar menghadang pelaku teror.

Yesaya mencoba menghadang pengebom perempuan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya. Yesaya yang berjaga mengamankan gereja curiga karena pengebom datang didrop sepeda motor dan jalan bergegas ke arah gereja.

"Cara berpakaiannya itu beda dengan jemaat. Cara jalannya juga jinjing/jinjit gitu, mas. Kayak terburu-buru. Makanya langsung ditahan sama teman saya," cerita tukang parkir di GKI, Mulia Hartono, kepada detikcom, Minggu (13/5/2018) sore.

Yesaya menghalangi perempuan itu masuk. Di sisi lain, si perempuan itu mencoba memeluk Yesaya. Dalam tempo sangat cepat, bom di tubuh itu meledak. Yesaya langsung terjatuh. Mulia melihat tubuh Yesaya penuh luka.

"Serpihan-serpihan bom itu nancap semua di sini dengan di sini," jelas Mulia sambil menunjukkan lengan dan pahanya.

Setelah bom yang dibawa perempuan itu meledak, bom yang dibawa seorang remaja dalam waktu bersamaan ikut meledak tidak jauh dari lokasi pertama.

Aksi heroik juga dilakukan Bayu di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya. Bayu sangat berani mencegah agar tidak banyak jatuh korban bom. Ia nekat menghalangi terduga bomber yang mengendarai sepeda motor berusaha masuk ke halaman gereja.

[Gambas:Video 20detik]

(asp/asp)