DetikNews
Minggu 13 Mei 2018, 13:59 WIB

3 Orang Sempat Diamankan dari Gereja Dekat Mako Brimob

Carlo Venansius Homba - detikNews
3 Orang Sempat Diamankan dari Gereja Dekat Mako Brimob Sejumlah anggota Brimob tampak mengamankan 2 pria dari gereja (Foto: Carlo Venansius Homba/detikcom)
Depok - Ada 3 orang yang sempat diamankan dari 2 gereja yang berada di dekat Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Mereka diamankan karena gerak-geriknya mencurigakan.

Di dekat Mako Brimob, ada 2 gereja yaitu GPIB Gideon dan Gereja Katolik Santo Thomas. Awalnya pada pukul 10.10 WIB, tampak sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap merangsek masuk ke dalam gereja, setelahnya mereka tampak memegangi 2 pria ke luar dari gereja.

Kedua pria itu dibawa ke halaman parkir gereja. Pria pertama tampak mengenakan kemeja biru dengan jins abu-abu, sedangkan pria lainnya mengenakan kaos oblong hitam dan jins hitam, serta membawa tas ransel warna hitam.

Anggota Brimob tampak menanyakan beberapa hal pada kedua pria itu. Namun, tak lama kemudian keduanya dilepas. Dari informasi yang didapatkan, tas pria itu sempat digeledah tetapi isinya hanya pakaian.

Tak berapa lama, ada insiden lain di Gereja Katolik Santo Thomas. Pastor Rekan Gereja Santo Thomas Yustinus JS mengaku curiga dengan seorang wanita yang berada di gereja tersebut.

"Kebetulan kalau dari altar, romo yang memimpin itu bisa melihat seluruh umat. Kemudian ada 1 yang dari gerak-gerik sejak awal mencurigakan karena tidak menunjukkan identitasnya sebagai orang Katolik, kemudian terlihat jelas pada saat komuni karena dia tidak menerima komuni secara normal. Kemudian saya meminta misdinar supaya mengikuti orang itu dan meminta kepada petugas liturgi supaya melaporkan kepada petugas keamanan," ucap Yustinus ketika ditemui.

Seorang yang diamankan tersebut merupakan seorang wanita yang belakangan diketahui bernama Eka Yuanita. Setelah ditanya identitasnya dan lain-lain, Yustinus menyebut menurut laporan keluarganya, Eka mengalami gangguan jiwa.

"Siapa pun yang menjumpai orang yang tidak dikenal dan mencurigakan kemudian menghubungi pihak keamanan. Jadi kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman sekalian (anggota Brimob) dan juga duduk di antara umat," ucap Yustinus.
(dhn/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed