"Saat akan diberhentikan oleh petugas, empat terduga teroris itu mencoba melawan dengan mengacungkan senjata api yang mereka bawa," kata Kepala Divisi Humas Irjen Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (13/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat orang itu disergap di kawasan Terminal Pasirhay, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Minggu (13/5) dini hari tadi. Senjata api itu ternyata tak hanya diacungkan, namun juga digunakan untuk melepaskan peluru. Bahkan baku tembak antara terduga teroris melawan polisi sempat terjadi.
"Mobil kita ditembak, kita juga menembak mereka," kata Setyo.
Sebelum sampai di Terminal, mereka sudah dibuntuti sejak dari Sukabumi. Kemungkinan mereka sadar dibuntuti polisi dan mencoba belok ke terminal. "Polisi melakukan tindakan tegas dan terukur, keempat terduga teroris tertembak," kata dia.
Inisial empat terduga teroris yang tewas itu adalah BBM kelahiran 1997 beralamat di Jakarta Selatan, DPN kelahiran 1995 dari Kebumen Jawa Tengah, AR kelahiran 1985 dari Pekalongan Jawa Tengah, dan HS kelahiran 1994 dari Lampung Utara. (dnu/asp)











































