"Kita kemarin ada aksi 115 di Monas untuk mendukung pembebasan Al Quds. Ini menjadi bukti bahwa Indonesia tetap menolak keras pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Namun saya yakin, aksi kemarin hanya menjadi salah satu bentuk protes masyarakat Indonesia, jika Trump tetap memindahkan Kedubesnya," tegas Taufik dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/5/2018).
Taufik menambahkan jika Trump tetap melaksanakan rencananya itu, Presiden AS itu akan melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Waketum DPP PAN itu juga melihat langkah politik itu dinilai mengancam proses perdamaian antara Palestina dan Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik menegaskan bahwa DPR bersama pemerintah dan rakyat Indonesia, akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Ia pun menyampaikan DPR akan selalu berkomitmen menolak pemindahan Kedubes itu dalam setiap sidang atau forum internasional. Kemudian menurutnya, DPR juga dalam diplomasinya selalu mengajak negara lain untuk tidak mengikuti sikap politik AS tersebut.
Diketahui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengikuti pembukaan kedutaan besar (Kedubes) AS yang baru di Yerusalem melalui video.
Pembukaan tersebut akan dihadiri sekitar 800 pejabat AS dan Israel. Gedung Putih mengumumkan bahwa delegasi kepresidenan akan dikirimkan ke AS, untuk menghadiri pembukaan Kedubes AS di Yerusalem pada 14 Mei mendatang. (mul/ega)











































