Tujuan Reformasi yang Belum Tercapai Menurut Fahri Hamzah

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Sabtu, 12 Mei 2018 16:21 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dulu juga aktivis mahasiswa pada 1998. Dia turut memperjuangkan tuntutan reformasi di pengujung rezim Orde Baru.

"Ada banyak orang salah melihat apa yang sudah selesai dan apa yang belum selesai," kata Fahri saat ditanya soal tujuan Reformasi oleh detikcom, Jumat (11/5/2018).


Menurut Fahri, sebagian besar tujuan reformasi sudah tercapai. Capaian itu berupa sistem.

"Yang sudah selesai dalam reformasi adalah pembangunan sistem, jadi sistem kita disebut sistem demokrasi. Apa indikatornya? Karena sistem demokratis, kedua adanya institusi demokratis. Di atas itu nanti akan lahir kultur masyarakat yang demokratis," ungkap Fahri.


Memang saat ini masih ada institusi yang belum demokratis, menurut Fahri. Tetapi hal itu anggap saja sebagai lubang yang harus ditambal.

"Yang belum sempurna adalah metode dan mekanisme kepemimpinan, sehingga pemimpin kita yang terpilih itu belum memadai dan belum sejalan dengan ide dan cita-cita demokrasi kita. Nah, itu saja yang kita perjuangkan ke depan," tutur dia.


Dalam sistem, kata Fahri, sudah dibuat tatanan untuk penegakan HAM hingga pemberantasan korupsi. Hanya, menurut dia, faktor kepemimpinanlah yang pada akhirnya menentukan apakah bisa menjalankan sistem itu atau tidak.

"Kalau ada ketidakmampuan menegakkannya, itu adalah kapasitas pemimpin, bukan soal kapasitas sistem. Maka pemimpinnya harus diganti dengan yang sejalan dengan maunya sistem," kata Fahri. (bag/jbr)