DetikNews
Jumat 11 Mei 2018, 21:59 WIB

Akan Ada 'Taman' BPJS Ketenagakerjaan di Manado

Muhammad Idris - detikNews
Akan Ada Taman BPJS Ketenagakerjaan di Manado Foto: Muhammad Idris/detikcom
Manado - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menawarkan pembangunan taman kota ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Lembaga yang sebelumnya bernama Jamsostek ini telah membangun dua taman kota di Bali, Makassar, dan Solo.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan dana pembangunan taman kota dianggarkan dari dana tanggung jawab sosial dan lingkungan lembaganya. Menurut dia, pihaknya hanya membangun taman beserta fasilitasnya, sementara lahannya disediakan Pemprov Sulut.

"Kita ingin bangun taman kota seperti di Bali atau taman kota yang kami bangun di Pantai Losari (Makassar). Kita bangun taman BPJS Ketenagakerjaan untuk sarana eduksi, interaksi dan mainan anak-anak, dewasa, manula," kata Agus di Manado, Jumat (11/5/2018).


"Ini dari dana tanggung jawab sosial dan lingkungan. Di daerah lain kita kerja sama dengan pemprov lain. Makanya saya tadi tawarkan (ke Pemprov Sulut) membangun taman terbuka hijau di sekitar pantai. Kami siap kolaborasi," imbuhnya.

Selain membangun taman, sambung Agus, pihaknya tak menutup kemungkinan berinvestasi di Sulut. Pertumbuhan ekonomi di provinsi yang berbatasan dengan Filipina ini relatif tumbuh snagat pesat, infrastruktur pun juga terbangun cukup baik.

"Investasi pengelolaan di BPJS Ketenagakerjaan ini ada regulasi, PP 5 Tahun 2014 bahwa BPJS boleh investasi di deposito, saham, kemudian surat utang dan reksadana, properti dan investasi langsung. Sepanjang masuk kategori tersebut itu bisa dipertimbangkan, yang jelas kan ada deposito di Sulawesi Utara, ini juga ada potensi investasi itu, dan investasi lain," ungkapnya.


Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Rekson Silaban, mengungkapkan dana pembangunan satu taman kota bisa mencapai Rp 10 miliar. Namun begitu, kebutuhan anggaran disesuaikan dengan luas tanah yang disediakan pemda. Waktyu pembangunannya pun masih menunggu kesiapan tanah dari Gubernur Sulut.

"Di Manado taman kota sangat minim, nyaris tidak ada. Nanti pemda yang tentukan dimana, budget (pembangunan) dari kita, tergantung tanahnya dimana, kalau di Solo besarannya sampai Rp 10 miliar. Tergantung tamannya sebesar apa, karena kita kan tak membeli lahan," pungkas Rekson.
(/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed