Wakil PM Lebanon Menjadi Korban Serangan Bom Mobil
Selasa, 12 Jul 2005 22:09 WIB
Jakarta - Aksi kekerasan kembali terjadi di Lebanon. Wakil PM Lebanon Elias Murr terluka saat sebuah mobil berisi bom meledak dan menghancurkan iring-iringan kendaraan yang ditumpanginya.Meski Murr hanya mengalami luka ringan, namun seorang pengawalnya dilaporkan tewas. Ledakan yang menyebabkan satu mobil hancur dan beberapa mobil rusak berat itu, juga melukai 12 orang lainnya, termasuk Kolonel AD Lebanon dan istri Dubes Meksiko."Ledakan itu meninggalkan lubang sebesar enam kaki dan melempar mobil pembawa bom melewati sebuah tembok vila di dekat kejadian," kata salah seorang pejabat Lebanon, seperti dikutip Associated Press, Selasa (12/7/2005).Ledakan pagi itu yang terdengar di seluruh kota Beirut, terjadi di distrik utara Naqash di sebuah jalan yang biasa dilewati Murr dari rumahnya di Rabiya menuju Ibukota Lebanon itu. Di daerah ini terdapat sejumlah vila, kantor Kedubes asing, dan kediaman diplomat asing.Murr yang juga menjabat Menteri Pertahanan Lebanon itu beruntung selamat dari kejadian tersebut. Titik ledakan bom hanya berjarak beberapa meter saja dari mobil yang dikendarainya sendiri itu.Murr yang keluar dari mobilnya dengan tubuh penuh darah, bersandar pada warga yang datang menolongnya. Pengawalnya yang meninggal dunia, berada di mobil yang berbeda.Sesaat setelah dibawa ke RS setempat, Murr mengeluarkan rakaman audio untuk menyampaikan keadaan dirinya. "Terima kasih Tuhan, saya baik-baik saja. Negara tengah mengalami masa sulit dan kita semua harus menghadapinya," ujarnya.Murr adalah orang ke lima yang menjadi target pembunuhan sejak tahun lalu. Namun ia merupakan target serangan pertama yang berasal dari kelompok politisi pro-Suriah.Sebelumnya, serangan-serangan ditujukan kepada para politisi yang berseberangan dengan pemerintahan Damaskus, Suriah. Salah satunya yang menewaskan Mantan PM Lebanon Rafik Hariri, pada 14 Februari 2005 lalu.
(fab/)











































